Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,26 persen ke level 6.350 pada pembukaan perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.
Untuk nilai transaksi IHSG mencapai Rp177,8 miliar, dengan melibatkan 484,1 miliar saham dalam 43,4 ribu kali transaksi. Ada 87 saham turun, 264 tidak bergerak, dan 280 naik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan dalam jangka menengah, asalkan mampu bertahan di atas area support 6.300-6.330.
“Jika IHSG kuat bertahan di atas support 6.300-6.330, maka IHSG berpotensi lanjut naik hingga 6.700-6.850 middle term. Tapi, hati-hati jika break kembali di bawah 6.300, potensi koreksi lagi ke 6.000-an,”
ujar Fanny dalam analisisnya.
Pasar Asia
Fanny menuturkan bursa saham Asia bergerak bervariasi pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, di tengah kenaikan harga minyak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah dan kembali memburu saham-saham teknologi.
Adapun di Jepang indeks Nikkei 225 turun 0,18 persen, Topix naik 0,45 persen. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,74 persen, sedangkan Kosdaq melemah 0,30 persen.
Di sisi lain Hang Seng Hong Kong turun 0,95 persen, CSI 300 China melemah 0,46 persen, Taiex Taiwan melesat 1,34 persen, dan ASX 200 Australia bertambah 0,34 persen.
Lantas untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan IHSG bergerak di level support 6.250 hingga 6.300, sedangkan level resist IHSG di kisaran 6.380 hingga 6.480.


























