Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026. Penguatan itu sebesar 0,05 persen atau 9 poin ke level Rp18.064 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah berpotesi menguat setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Kondisi itu memunculkan sikap The Fed yang menekankan pendekatan proaktif dalam memperketat kebijakan moneter atau less hawkish.
Rupiah berpotensi menguat terhardap dolar AS yg terkoreksi cukup besar setelah hasil pertemuan FOMC dinilai less hawkish dari harapan,”
kata Lukman kepada Owrite, Kamis, 30 Juli 2026.
Namun, Lukman menilai bahwa penguatan rupiah bisa tertahan karena meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Eskalasi dinamika di Timur Tengah memanas imbas konflik Amerika Serikat-Iran.
Sentimen domestik yang masih belum kuat serta eskalasi di Timur Tengah bisa menahan penguatan,”
jelasnya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan akan menguat di kisaran Rp18.000 per dolar AS hingga Rp18.100 per dolar AS.























