Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyampaikan tidak ada indikasi fenomena makan tabungan pada kelompok masyarakat dengan simpanan di bawah Rp100 juta.
LPS mencatat bahwa jumlah simpanan masyarakat pada semua kelompok tetap tumbuh, termasuk di bawah Rp100 juta.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan pihaknya memantau 696 juta rekening masyarakat. Angka itu dari hasil pemantauan tabungan di bawah Rp100 juta tumbuh 5,61 persen secara year on year (yoy).
Kinerja simpanan dengan nominal tiering di bawah Rp100 juta yang mayoritas didominasi simpanan milik perorangan atau rumah tangga tercatat masih tumbuh 5,16 persen yoy,”
kata Anggito dalam konferensi pers Selasa, 4 Agustus 2026.
Anggito menilai pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kemampuan menabung di kelompok tersebut masih cukup terjaga lintas waktu.
Lalu, untuk simpanan perorangan atau rumah tangga kelompok masyarakat di bawah Rp5 juta tumbuh 7,36 persen, atau naik dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh sekitar 2,02 persen.
Simpanan perorangan/rumah tangga dengan tiering di bawah Rp5 juta bahkan menunjukkan pertumbuhan tahunan yang lebih baik, mencapai 7,36 persen,”
katanya.
Kemudian, nasabah dengan saldo Rp200 juta hingga Rp500 juta meningkat 3,07 persen. Selanjutnya, saldo Rp500 juta hingga Rp1 miliar tumbuh 2,32 persen.
Begitupun simpanan perorangan dengan saldo Rp1 miliar hingga Rp2 miliar meningkat 2,67 persen. Sedangkan, saldo Rp2 miliar hingga Rp5 miliar tumbuh 4,78 persen.
Bahkan yang di atas Rp5 miliar itu juga yang merupakan pendorong dari utama dari DPK tumbuh 15,44 persen secara tahunan,”
tuturnya.




















