Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Menguat ke Rp17.855, BI Ungkap Jurus Jaga dari Gempuran Dolar AS

Strategi BI dalam menjaga stabilitas rupiah adalah dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter dan memperluas kebijakan insentif.

Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. (Sumber: YouTube BI)
Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. (Sumber: YouTube BI)

Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai tukar rupiah pada 18 Agustus menguat dibandingkan posisi akhir Juli 2026. Rupiah menguat 0,78 persen secara point to point (ptp) ke level Rp17.855 per dolar AS.

Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan bahwa menguatnya rupiah didorong oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. 

Nilai tukar rupiah pada 18 Agustus 2026 tercatat Rp17.855 per dolar AS, menguat 0,78 persen ptp dibandingkan dengan level akhir Juli 2026,”

ujar Destry dalam konferensi pers Rabu, 19 Agustus 2026.

Strategi Jaga Rupiah

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ilustrasi karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Destry menjelaskan, strategi BI dalam menjaga stabilitas rupiah adalah dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter dan memperluas kebijakan insentif. Dalam hal ini dengan meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing, sekaligus mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA).

Iklan

Destry menjelaskan, langkah yang sudah dilakukan melalui insentif bagi Swap Jual Lindung Nilai dinaikkan menjadi sebesar 12,5 persen, dan insentif bagi DNDF Jual Lindung Nilai diberikan sebesar 15 persen. 

Insentif juga diberikan untuk meningkatkan Local Currency Transaction (LCT) dengan negara mitra berupa premi Swap Beli Lindung Nilai sebesar 10 persen dan pengurangan premi DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 10 persen. 

BI tekan Destry, akan terus menempuh berbagai strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ia meyakini, ke depan nilai tukar rupiah akan menguat.

Ke depan, nilai tukar rupiah diperkirakan tetap stabil didukung penguatan respons kebijakan stabilisasi Bank Indonesia,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.