Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 21 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / NPI Kuartal II-2026 Defisit US$900 Juta, Transaksi Berjalan Jebol ke US$12,5 Miliar
Ekonomi Bisnis

NPI Kuartal II-2026 Defisit US$900 Juta, Transaksi Berjalan Jebol ke US$12,5 Miliar

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Agustus 21, 2026 3:11 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 jam lalu
Share
Ilustrasi uang dolar
Ilustrasi uang dolar (Foto: freepik)
SHARE

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2026 defisit US$0,9 miliar. Hal ini juga diikuti oleh kinerja transaksi berjalan yang mengalami defisit US$12,5 miliar.

Daftar isi Konten
  • Defisit Transaksi Berjalan
  • Kenaikan Harga Komoditas

Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso menilai kinerja NPI pada kuartal II-2026 masih terjaga di tengah tingginya ketidakpastian global. Sebab, defisit NPI turun dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai US$9,1 miliar.

NPI pada kuartal II-2026 mencatat defisit US$0,9 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan dengan defisit pada kuartal I-2026 sebesar US$9,1 miliar,”

kata Denny dalam keterangannya Jumat, 21 Agustus 2026.
Baca juga:
Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.694 per Dolar AS, IHSG Naik… Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kompak ditutup menguat pada Jumat,…
Rupiah Perkasa di Level Rp17.729, Dolar AS Tertekan! Investor Kini… Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada pembukaan perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026.…
Uang Digital Makin Ngebut, BI Pastikan Uang Kartal Tak Akan… Bank Indonesia (BI) menyatakan, kehadiran uang digital tidak akan menggantikan peran uang…
  • Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.694 per Dolar AS, IHSG Naik 0,37 Persen…
  • Rupiah Perkasa di Level Rp17.729, Dolar AS Tertekan! Investor Kini Menanti Data…
  • Uang Digital Makin Ngebut, BI Pastikan Uang Kartal Tak Akan Tergantikan di…

Denny menuturkan, transaksi berjalan mencatat defisit yang lebih tinggi didorong kenaikan defisit neraca perdagangan migas dan penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas. 

Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat surplus ditopang oleh peningkatan aliran masuk investasi langsung dan investasi portofolio sehingga mendukung kinerja NPI yang tetap terjaga. 

Defisit Transaksi Berjalan

Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat kinerja positif 10 Terminal Peti Kemas (TPK) domestik pada Triwulan I 2026 yang mampu melampaui target 100 persen hingga Maret 2026 termasuk TPK Kendari dengan capaian 107,03 persen, meskipun industri logistik global menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik.
Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU)

Denny menjelaskan, transaksi berjalan mencatat defisit yang lebih tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang diperkirakan temporer. Defisit neraca perdagangan migas meningkat akibat kenaikan impor minyak sejalan tingginya harga minyak dunia. 

Sedangkan surplus neraca perdagangan nonmigas juga tercatat lebih rendah dipengaruhi oleh peningkatan impor nonmigas untuk kebutuhan kegiatan ekonomi dalam negeri yang masih tinggi. 

Selain itu, defisit neraca pendapatan primer meningkat sejalan dengan pembayaran pendapatan primer. Sedangkan surplus neraca pendapatan sekunder relatif stabil dibandingkan capaian pada kuartal I 2026. 

Adapun dengan kondisi tersebut, defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2026 tercatat sebesar US$12,5 miliar atau 3,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka melebar dibandingkan dengan defisit pada kuartal sebelumnya sebesar US$3,6 miliar atau 1,0 persen dari PDB.

Untuk transaksi modal dan finansial mencatat surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk investasi langsung dan investasi portofolio sehingga dapat menopang NPI. 

Investasi langsung mencatat surplus yang lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada kuartal sebelumnya dipengaruhi oleh terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik,”

jelasnya.

Disisi lain, investasi portofolio juga mencatat surplus yang meningkat seiring kenaikan imbal hasil instrumen keuangan domestik. Sementara itu, investasi lainnya mencatat defisit yang lebih rendah. 

Kenaikan Harga Komoditas

Ilustrasi TBS kelapa sawit (Owrite/Anisa Aulia)
Ilustrasi TBS kelapa sawit (Owrite/Anisa Aulia)

Dengan perkembangan tersebut, transaksi modal dan finansial mencatat surplus sebesar US$12,0 miliar, setelah pada kuartal I-2026 mengalami defisit sebesar US$4,8 miliar.

Denny memperkirakan, prospek NPI tetap baik sehingga mendukung ketahanan eksternal. Untuk defisit transaksi berjalan diperkirakan lebih rendah.

Didukung perbaikan prospek ekspor sejalan kenaikan harga komoditas global, termasuk harga komoditas unggulan ekspor Indonesia, dan dampak positif penurunan tarif resiprokal AS,”

jelasnya.

Denny mengatakan, untuk transaksi modal dan finansial diperkirakan tetap surplus ditopang oleh berlanjutnya aliran masuk modal asing seiring imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik dan prospek ekonomi Indonesia yang positif.

Baca juga:
Baru Tumbuh 1,26 Persen, BI Sentil Bank yang Pelit Salurkan… Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, menyentil perbankan agar lebih…
Rupiah Dibuka Berotot ke Level Rp17.805 per Dolar AS, Intip… Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada pembukaan perdagangan Kamis, 20 Agustus 2026…
Ekonomi Dunia Masih Suram, Pjs Gubernur BI: Kita Masuk Era… Bank Indonesia (BI) memperkirakan prospek ekonomi global masih suram, karena diliputi ketidakpastian.…
  • Baru Tumbuh 1,26 Persen, BI Sentil Bank yang Pelit Salurkan Kredit UMKM
  • Rupiah Dibuka Berotot ke Level Rp17.805 per Dolar AS, Intip Prediksinya Hari…
  • Ekonomi Dunia Masih Suram, Pjs Gubernur BI: Kita Masuk Era Higher for…
Tag:Bank Indonesiaharga komoditasNeraca Pembayaran IndonesiaNeraca Perdaganganneraca transaksi berjalan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Lampu Hijau di Rumah Sakit Ternyata Punya Makna Mengharukan, Ada Kaitannya dengan Donor Organ?
By Ani Ratnasari
Hospital Seberang Jaya, Pulau Pinang, Malaysia
1
Rektor Unsoed Kena OTT KPK, DPR Bongkar Masalah Besar Penerimaan Mahasiswa
By Rika Pangesti
Gedung KPK di Jakarta Selatan.
2
Rektor dan Warek Unsoed Terjaring OTT, KPK Dalami Keterlibatan Pihak Lain
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
3
Gerbang Mahasiswa Baru: KPK Ungkap Dugaan Modus Rektor Unsoed Sodiq
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
4
Baru Tiga Bulan Jadi Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq Dijaring KPK
By Rahmat Baihaqi
Akhmad Sodiq terpilih kembali menjadi rektor dalam sidang senat tertutup yang digelar pada 1 April 2026 di Auditorium Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.
5

BERITA LAINNYA

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.694 per Dolar AS, IHSG Naik 0,37 Persen di Akhir Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kompak ditutup menguat pada Jumat,…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
12 menit lalu
Ilustrasi Motor Listrik
Ekonomi Bisnis

Prabowo Kejar Produksi 2 Juta Motor Listrik, Ekonom Ingatkan Daya Beli Masih Tertekan

Pemerintah akan memberikan insentif untuk 1 juta motor listrik buatan dalam negeri.…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
24 menit lalu
Pengusaha Pertambangan Batu Bara Haji Isam (Andi Syamsuddin Arsyad). (Sumber: IG @ahilmanfauzi)
Ekonomi Bisnis

Sepekan Saham PACK Melesat 40,88 Persen, Haji Isam Ada di Baliknya

Saham emiten PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melesat dalam beberapa…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Seorang petani bersiap memanen rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii di perairan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (24/7/2026). Sejumlah petani menyatakan kondisi cuaca yang tidak menentu saat proses pascapanen berpotensi menyebabkan kerusakan produk rumput laut hingga 90 persen karena proses pengeringan masih tradisional yakni dengan mengandalkan sinar matahari. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Ekonomi Bisnis

Rumput Laut hingga Agar-Agar RI Bebas Tarif Tambahan Section 301 di AS

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan bahwa rumput laut dan agar-agar dari…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up