Nilai tukar rupiah dibuka loyo pada perdagangan Kamis, 17 September 2026. Rupiah melemah 0,36 persen atau 63 poin ke level Rp17.759 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah ini didorong oleh langkah bank Sentral AS The Federal Reserve atau The Fed, yang menaikkan suku bunga acuannya.
Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah the Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 bps,”
kata Lukman kepada Owrite, Kamis, 17 September 2026.
Lukman menuturkan sikap hawkish dari Ketua The Fed Kevin Warsh. Hal itu memicu lonjakan indeks dolar AS serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada akhir 2026.
Pernyataan hawkish dari Ketua The Fed Warsh juga mendorong lonjakan indeks dolar AS serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun,”
jelas Lukman.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah akan melemah di kisaran level Rp17.650 per dolar AS hingga Rp17.800 per dolar AS.
Mata Uang Asia
Adapun dari data perdagangan pagi ini, nilai tukar mata uang sejumlah negara Asia ikut melemah. Mereka di antaranya Ringgit Malaysia (MYR) anjlok 0,57 persen, Won Korea (KRW) melemah sebesar 0,44 persen terhadap dolar AS.
Kemudian, ada Peso Filipina (PHP) yang juga tercatat melemah sebesar 0,14 persen, Baht Thailand (THB) melemah sebesar 0,14 persen, serta Yuan Tiongkok (CNY) turun 0,04 persen melawan dolar AS.






