Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Rupiah melemah 0,16 persen atau 28 poin ke level Rp17.786 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan melemahnya nilai tukar rupiah didorong oleh naiknya imbal hasil obligasi AS karena kenaikan suku bunga Bank Sentral AS Federal Reserve System (The Fed).

Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah naiknya imbal hasil obligasi AS oleh prospek kenaikan suku bunga The Fed,”

kata Lukman kepada Owrite, Senin, 21 September 2026.

Lukman menyampaikan, kondisi itu memberikan tekanan ke Bank Indonesia jelang Rapat Dewan Gubernur atau RDG BI pada Rabu, 23 September 2026.

Prospek kenaikan suku bunga The Fed memberikan tekanan pada BI menjelang RDG BI Rabu ini,”

tuturnya.

Adapun dalam perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan bahwa rupiah akan melemah di kisaran Rp17.700 per dolar AS hingga Rp17.850 per dolar AS.