Bank Indonesia (BI) masih mencetak uang kertas rupiah yang memuat tanda tangan Gubernur BI periode 2018–2026 Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan periode 2025–2026 Purbaya Yudhi Sadewa.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan pencetakan uang merupakan kegiatan rutin yang dilakukan bank sentral. Pencetakan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan uang kartal di masyarakat.

Cetak uang itu kan hal yang normal, setiap tahun kami cetak uang. Hari ini kalau nggak salah, terbit yang seri baru tanda tangan dari Pak Menteri Keuangan lama dan Bapak Gubernur yang sebelumnya. Jadi hari ini atau berapa hari yang lalu kelar, sudah ada,”

kata Destry dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, dikutip Jumat, 25 September 2026.

Cetak Uang Secara Bertahap

Uang Rupiah bertanda-tangan Purbaya dan Perry Warjiyo. (Sumber: Istimewa)
Uang Rupiah bertanda-tangan Purbaya dan Perry Warjiyo. (Sumber: Istimewa)

Destry mengatakan, dalam setiap periode BI telah memproyeksi berapa kebutuhan uang yang akan dicetak. Namun, pencetakan tidak akan dilakukan dalam satu periode, melainkan secara bertahap.

Jadi mencetak itu nggak langsung jebret di awal tahun atau di akhir tahun, tapi ada tahapan-tahapannya,”

ujarnya.

Destry menuturkan, kebutuhan uang kartal baik berupa kertas dan koin hingga kini masih diperlukan, terutama untuk daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan.

Karena biar gimana kan kebutuhan uang kartal itu masih ada, khususnya untuk teman-teman kita yang masih ada di daerah, di luar jangkauan sinyal,”

tuturnya.

Adapun saat ini uang rupiah kertas Tahun Emisi 2022 yang bertandatangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Perry Warjiyo tengah menjadi incaran kolektor mata uang, karena keduanya sudah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Gubernur BI. 

Sah Jadi Alat Pembayaran

Mata Uang Rupiah pecahan Rp100 ribu dengan tanda tangan Purbaya dan Perry Wajiyo. (Sumber: Istimewa)
Mata Uang Rupiah pecahan Rp100 ribu dengan tanda tangan Purbaya dan Perry Wajiyo. (Sumber: Istimewa)

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso memastikan uang rupiah tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan Purbaya dan Perry tetap berlaku dan sah digunakan sebagai alat pembayaran di seluruh wilayah Indonesia. 

Pergantian Menteri Keuangan maupun Gubernur Bank Indonesia tidak mempengaruhi keabsahan uang rupiah yang telah diproduksi dan diedarkan,”

kata Denny dalam keterangannya Selasa, 22 September 2026.