Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi, 7 Oktober 2026. IHSG menguat tipis sebesar 0,28 persen ke level 6.210.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp910,4 miliar dengan melibatkan 5,9 miliar saham dalam 99,8 ribu kali transaksi. Ada 209 saham turun, 234 tidak bergerak, dan 268 naik.

IHSG berpotensi naik untuk tes resistance di 6.200-6.250 seiring FTSE pertahankan secondary emerging status Indonesia,”

kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam keterangannya, Rabu, 7 Oktober 2026.

Fanny menjelaskan IHSG berpotensi menguat pada perdagangan, Rabu hari ini. Potensi penguatan itu sejalan dengan Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell yang mempertahankan status pasar saham Indonesia dalam kelompok pasar berkembang (Emerging Market).

Hati-hati jika gagal break 6.250, IHSG potensi koreksi kembali,”

ujar Fanny.

Dinamika Asia

Fanny menuturkan, untuk bursa saham Asia melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026. Penguatan itu dengan investor mencermati pergerakan yield obligasi pemerintah AS dan harga minyak dunia.

Adapun indeks Jepang Nikkei 225 naik 1,05 persen dan Topix menguat 0,92 persen. Kemudian, indeks Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,89 persen sedangkan Kosdaq melonjak 3 persen.

Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 1 persen, Taiex Taiwan menguat sebesar 0,22 persen, dan ASX 200 Australia bertambah 0,57 persen. Lalu, STI Singapura naik 0,66 persen, dan KLCI Malaysia menguat 0,10 persen.

Maka dari itu, untuk perdagangan hari ini Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di level support 6.070 hingga 6.150. Sedangkan level resist IHSG di kisaran 6.200 hingga 6.250.