IHSG berpotensi tes support kuat di 6.000. Dan, jika kuat di level tersebut berpotensi kembali rebound,”
kata Fanny dalam analisisnya, Jumat, 9 Oktober 2026.
Saham Asia Tertekan
Fanny menuturkan, bursa saham Asia tertekan pada perdagangan Kamis, 8 Oktober karena seiring meningkatnya tekanan di pasar obligasi global. Kekhawatiran investor menguat setelah sejumlah perusahaan teknologi besar dikabarkan tengah mencari pendanaan dalam jumlah besar untuk membiayai pembangunan infrastruktur Artificial Intelligence (AI).
Adapun indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang Morgan Stanley Capital International (MSCI) turun 1,2 persen. Kemudian, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,4 persen, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 2,6 persen.
Lalu, Hang Seng Hong Kong turun 1,4 persen, Taiex Taiwan melemah 1 persen, dan ASX 200 Australia berkurang 0,8 persen.
Lantas, untuk perdagangan hari ini, Fanny memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak di level support 5.950 hingga 6.000. Sementara, level resist IHSG di kisaran 6.070 hingga 6.120.