Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Dibuka Melemah, Inflasi AS Bikin Pasar Waswas dan Dolar Masih Perkasa

Pergerakan nilai tukar rupiah pada Kamis pagi ambruk 0,22 persen atau 40 poin ke level Rp17.943 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.109 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS imbas ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat di Timur Tengah. (Sumber: Antara Foto/M Risyal Hidayat/foc)
Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.109 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS imbas ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat di Timur Tengah. (Sumber: Antara Foto/M Risyal Hidayat/foc)

Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi, 15 Oktober 2026. Rupiah ambruk 0,22 persen atau 40 poin ke level Rp17.943 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan melemahnya rupiah didorong oleh data inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini memicu kenaikan ekspektasi suku bunga Federal Reserve System (the Fed).

Rupiah diperkirakan dibuka melemah terhadap dolar AS setelah data menunjukkan kenaikan pada inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan memicu kenaikan pada ekspektasi suku bunga the Fed,”

kata Lukman kepada Owrite, Kamis, 15 Oktober 2026.

Lukman menjelaskan pelemahan rupiah juga berasal dari aksi antisipasi investor terhadap data inflasi produsen AS. Data itu dijadwalkan bakal dirilis pada malam ini.

Iklan

Investor juga masih mengantisipasi data inflasi produsen AS malam ini,”

tuturnya.

Adapun dari dalam negeri, Lukman mengatakan tekanan rupiah berasal dari arus modal keluar (outflow) yang masih berlangsung di pasar saham domestik.

Dalam negeri, outflow asing dari pasar ekuitas masih membebani,”

jelas Lukman.

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan melemah di kisaran Rp17.850 per dolar AS hingga Rp18.000 per dolar AS.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.