Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi, 15 Oktober 2026. Rupiah ambruk 0,22 persen atau 40 poin ke level Rp17.943 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan melemahnya rupiah didorong oleh data inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi ini memicu kenaikan ekspektasi suku bunga Federal Reserve System (the Fed).
Rupiah diperkirakan dibuka melemah terhadap dolar AS setelah data menunjukkan kenaikan pada inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan memicu kenaikan pada ekspektasi suku bunga the Fed,”
kata Lukman kepada Owrite, Kamis, 15 Oktober 2026.
Lukman menjelaskan pelemahan rupiah juga berasal dari aksi antisipasi investor terhadap data inflasi produsen AS. Data itu dijadwalkan bakal dirilis pada malam ini.






