Pemerintah memangkas alokasi subsidi energi sebesar Rp11 triliun pada 2027. Anggaran subsidi energi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebelumnya direncanakan sebesar Rp272,95 triliun, namun kini menjadi Rp261,50 triliun.
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan pemerintah menyepakati penurunan subsidi energi, yakni pada pada bahan bakar minyak (BBM) dan LPG tabung 3 kilogram (kg).
Untuk subsidi BBM dan LPG 3 kg sebelumnya sebesar Rp142,8 triliun, disepakati menjadi Rp131,39 triliun. Bila dirinci untuk subsidi jenis BBM tertentu turun dari Rp28,69 triliun menjadi Rp28,34 triliun, dan subsidi LPG tabung 3 kg turun dari Rp114,14 triliun menjadi Rp103,05 triliun.
Sedangkan anggaran subsidi listrik tidak mengalami perubahan. Banggar dan pemerintah menyepakati subsidi listrik sebesar Rp130,1 triliun, terdiri dari subsidi tahun berjalan Rp117,8 triliun dan kurang bayar tahun 2025 sebesar Rp12,3 triliun.
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah menyatakan meski sejumlah anggaran subsidi diturunkan, namun dipastikan perhatian pemerintah dan DPR terhadap masyarakat miskin tidak menurun. Ia mengungkapkan, penurunan subsidi dilakukan sejalan dengan pembenahan data penerima.
“Penurunan subsidi tersebut karena disertai dengan pembenahan data penerima subsidi. Sehingga, akan lebih tepat sasaran dan mengefisienkan anggaran subsidi energi kita,”
kata Said dikutip Senin, 26 Oktober 2026.
Ia menuturkan, dengan pembenahan data penerima subsidi maka diharapkan akan memperbaiki kesalahan penerima subsidi energi yang berjalan bertahun-tahun.
“Dengan pembenahan data penerima subsidi yang lebih tepat, langkah ini akan memperbaiki kesalahan penerima subsidi energi yang berjalan bertahun-tahun. Mereka yang berada di desil bawah malah cenderung kurang mendapat manfaat atas pelaksanaan subsidi energi,”
tuturnya.
Anggaran MBG Naik
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bogor, Bogor Barat Pasir Kuda 01, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz)
Sementara itu, pada 2027 Badan Gizi Nasional (BGN) mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp240,2 miliar. Rinciannya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp232,7 triliun kepada 72,1 juta penerima manfaat mulai dari siswa, prasiswa, serta ibu hamil/,menyusui dan balita. Kemudian sisa anggaran sebesar Rp7,4 triliun untuk Program Dukungan Manajemen.
Adapun BGN tercatat menjadi lembaga penerima alokasi terbesar pada tahun depan. Sedangkan pada tahun ini alokasi program MBG awalnya sebesar Rp335 triliun, namun program ini terkena efisiensi anggaran sehingga menjadi Rp229 triliun.