Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

RI Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Luhut: Sebenarnya Kita Ngapain Berkelahi?

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut B. Pandjaitan. (Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut B. Pandjaitan. (Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan)

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai keputusan Indonesia mengurangi ekspor gas ke Singapura tak akan memicu konflik antar kedua negara. Menurutnya, tak ada alasan bagi Indonesia untuk berkonflik dengan Singapura.

Luhut mengaku sudah berbicara dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait persoalan tersebut. Dia pun menyerahkan polemik ekspor gas sepenuhnya kepada Bahlil.

“Enggak juga saya kira karena Pak Bahlil juga tadi saya bicara sama beliau. Ya, beliau menyampaikan ini aja concern-nya. Sebenarnya kita ngapain berkelahi sama Singapura, kan enggak ada juga,”

kata Luhut di Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026.

Luhut mengatakan Indonesia tetap harus memiliki sikap yang jelas dalam mengambil kebijakan termasuk menyangkut hubungan dengan negara lain. Namun, ia menilai pemerintah juga perlu melakukan evaluasi atas berbagai persoalan.

Iklan

“Tapi, kita juga sebagai negara harus juga punya posisi yang jelas dan kita sendiri juga ya. Tentu ke dalam kita melakukan introspeksi juga ya dalam banyak hal bagaimana negara kita ini bisa lebih bagus,”

jelasnya.

Lebih lanjut, Luhut berpandangan Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan arahan yang jelas. Ia berharap, pandangan Prabowo sebagai kepala negara yang cukup senior di ASEAN bisa didengar oleh negara-negara anggota.

“Saya kira Presiden sudah memberikan arahan yang jelas ya. Dan, Presiden sebagai kepala negara yang cukup senior di ASEAN ini saya kira juga perlu didengar pendapatnya oleh teman-teman dari negara-negara ASEAN,”

tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia beri penjelasan terkait kebijakan pengurangan pasokan ekspor gas ke negara tetangga Singapura.

Bahlil menyampaikan langkah pengurangan pasokan itu dilakukan dalam koridor hukum serta batas minimum kontrak yang berlaku.

Ia mengkritik Pemerintah Singapura agar tak perlu mengajari Indonesia terkait komitmen kontrak.

“Saya juga minta, jangan di saat (yang) bersamaan kalian minta dihargai. Sudah minta dihargai. Senang mengolok-olok negara lain. Gimana itu? Jadi di sinilah asasnya kebersamaan, kita harus equal treatment,”

ujarnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.