Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Dibuka Perkasa di Rp18.114, Ancaman dari Harga Minyak Bawa Kabar Buruk!

Rupiah pada Jumat pagi dibuka menguat sebesar 0,13 persen atau 23 poin ke level Rp18.114 per Amerika Serikat (AS).

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer Cibubur, di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer Cibubur, di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye)

Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Jumat pagi, 30 Oktober 2026. Rupiah menguat sebesar 0,13 persen atau 23 poin ke level Rp18.114 per Amerika Serikat (AS).

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan penguatan rupiah didorong oleh rilis data inflasi AS yang naik. Faktor ini membuat dolar AS mengalami pelemahan.

“Rupiah dibuka menguat tipis didukung oleh penurunan besar pada indeks dolar AS pasca data inflasi AS yang kurang lebih sesuai dengan perkiraan,”

kata Lukman kepada Owrite, Jumat, 30 Oktober 2026.

Namun, Lukman menilai penguatan rupiah hari ini masih bakal terbatas. Penyebabnya harga minyak dunia yang kembali melonjak menembus level tertinggi.

Iklan

“Harga minyak dunia yang kembali melonjak mencapai level tertinggi baru dalam sebulan akan membatasi penguatan rupiah,”

jelasnya.

Selain itu, Lukman mengatakan sentimen yang masih lemah di pasar ekuitas domestik juga akan terus membebani nilai tukar rupiah. Dengan demikian, rupiah diperkirakan akan menguat di rentang Rp18.100 per dolar AS hingga Rp18.200 per dolar AS.

“Sentimen yang masih lemah di pasar ekuitas domestik juga terus membebani,”

ujarnya.

Sementara, pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan untuk hari ini rupiah akan melemah pada perdagangan hari ini.

“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif. Namun, ditutup melemah direntang Rp18.130-Rp-18.180,”

katanya.

Ibrahim menyoroti sentimen rupiah berasal dari maraknya aksi protes mahasiswa yang bisa meningkatkan ketidakpastian politik dan membuat investor lebih berhati-hati.

“Kritik dan tuntutan yang disampaikan selama ini belum mendapat tanggapan yang memadai dari pemerintah,”

tuturnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.