Menurutnya apabila informasi tersebut benar, ia menyarankan agar Pandu untuk mengundurkan diri dari jabatannya di Danantara. Sebab, saham-saham itu turut menjadi perhatian MSCI dalam pembenahan transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia.
Kalau saran saya ya mundur lah, itu yang gentleman ya karena gimana ini maksudnya saham-saham gorengan yang tadi saya menyebutkan ini juga salah satu yang menjadi masalah MSCI,”
jelasnya.
Adapun Pandu memiliki 27,5 persen saham Supra Sekuritas melalui PT Asha Artha Sehati. Berdasarkan laporan Bloomberg, Pandu menguasai 99,99 persen saham Asha Artha Sehati. Pun, kepemilikan tersebut sudah tercatat sejak akhir 2023.
Merespons hal ini, Pandu mengatakan dirinya sudah puluhan tahun berkarir di dunia investasi, dan belasan tahun terakhir aktif di perusahaan modal ventura. Selama periode itu, tugas utamanya adalah berinvestasi di perusahaan mulai dari teknologi hingga jasa keuangan.
Saya percaya, perusahaan-perusahaan di Indonesia perlu untuk terus naik kelas, dan salah satu kuncinya adalah lewat permodalan atau investasi,”
kata Pandu melalui akun Instagramnya @pandusjahrir.
Pandu menuturkan, selama puluhan tahun berinvestasi kebanyak dia hanya menjadi pemegang saham minoritas dan pasif, serta tidak terlibat dalam operasional harian. Hal ini termasuk di Supra Sekuritas
Dari jumlah tersebut, kebanyakan saya hanya menjadi pemegang saham minoritas dan pasif. Tak terlibat di operasional harian, tidak terlibat di jajaran direksi maupun komisaris, tidak terlibat dalam pengambilan keputusan. Termasuk di Supra Sekuritas yang menjadi bahasan Bloomberg,”
tuturnya.