Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) mencabut izin Hak Guna Usaha (HGU) usaha milik Sugar Group Companies (SGC) di kawasan Lampung.
Pencabutan lahan seluas 85 ribu hekatre itu lantaran perusahaan tersebut berdiri di lahan milik TNI Angkatann Udara (AU) berdasarkan hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK pada tahun 2015, 2019, dan 2022.
Lahan tersebut ditempati oleh PT Sweet Indonesia Lampung berserta enam entitas perusahaan yang berdiri di Lapangan Udara Pangeran M Bonyamin, Lampung.
Sertifikat HGU yang terbit di atas tanah Kemhan cq. TNI AU kami nyatakan dicabut, yang hari ini di atasnya ada tanaman tebu dan ada pabrik gula,”
ujar Menteri ATR BPN, Nusron Wahid di gedung Jaksa Agung (JA), Rabu, 21 Januari 2026.
Dijelaskannya, total ada 27 bidang tanah yang dikuasai oleh SGC group. Mereka mengaku membeli lahan itu berdasarkan hasil lelang di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kemudian dikuasainya.
Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) di tahun 2015, sambung Nusron, beberapa bidang tanah itu masa berlakunya belum selesai, ada juga yang perpanjang dari tahun 2017 sampai tahun 2019.
Nah, tidak ada info tentang laporan hasil pemeriksaan BPK. Tidak ada info atau memang waktu-waktu itu belum ada surat untuk tindak lanjut pada masalah pemeriksaan BPK atau bagaimana, saya tidak tahu,”
jelas dia.
Nusron mengaku, baru menindak lahan itu setelah adanya permohonan pembatalan dari TNI AU melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada Agustus dan September 2025. TNI AU mengaku, bahwa 27 bidang tanah itu adalah miliknya.
Kemudian kita proses panjang, kita telaah, dan akhirnya sampailah pada hari ini kita mengambil keputusan akan kita cabut HGU tersebut,”
ujar Nusron.
Pasca pencabutan HGU itu, Nusron meminta kepada TNI AU untuk mengajukan pengukuran ulang dan penerbitan sertifikat baru atas nama Kemehan Cq TNI AU.
Akan Dijadikan Tempat Latihan
Sementara itu, Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Tonny Harjono, mengatakan lahan tersebut merupakan lahan strategis untuk angatan udara.
Nantinya, TNI akan menggunakan lahan itu untuk membangun pendidikan hingga daerah latihan.
Kami merencanakan membangun komando pendidikan disana dan satuan Pasgat, pengembangan dari validasi organisasi. Sehingga daerah tersebut nanti akan dibangun satuan dan dijadikan daerah latihan,”
ucap Tonny.
Setelah dilakukan administrasi, tambahnya, TNI AU akan langsung memakai lahan itu sebagai tempat latihan.
