Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Mabes Polri mengendus adanya dugaan tindak pidana penyebab terjadinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hingga alami trading halt dua kali. Polri melihat ada dugaan pidana dari praktik ‘saham gorengan’.
Pasti (didalami unsur pidana),”
ujar Dirtipideksus Bareskri Mabes Polri, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak saat dikonfirmasi, Jumat, 30 Januari 2026.
Ade menerangkan pihaknya juga pernah menangani kasus serupa diantaranya ada berkas yang sudah dinyatakan lengkap alias P21 oleh pihak Kejaksaan dan tengah bergulir di meja hijau.
Dittipidesksus Polri juga pernah menangani kasus lain yang menjerat terdakwa Junaedi, Direktur PT Multi Makmur Lemindo, serta mantan karyawan Bursa Efek Indonesia, Mugi Bayu Pratama. Keduanya diproses dengan berkas terpisah.






