Krisna khawatir jika Nanik resmi menjabat sebagai Dewan Pengawas sementara perkara korupsi MBG masih berlangsung dan kemudian berpotensi menjeratnya, bakal memengaruhi kebijakan Presiden Prabowo.
“Kemudian kasusnya bergulir dan ada dugaan keterlibatan NSD. (Maka) menjadi blunder (bagi) Presiden nanti,”
tegas Krisna.
Nama Nanik masuk dalam daftar 47 nama yang diduga terlibat dalam korupsi program unggulan Presiden Prabowo itu. Bahkan nama-nama yang dibocorkan oleh Sony itu juga sudah disetorkan kepada penyidik untuk diperiksa.
Meski begitu, kata Krisna, penyidik Kejagung enggan untuk memeriksa pihak yang tercantum dalam daftar, sebab bisa melebar kepada nama lainnya.
“Nama-nama yang sudah ada dipanggil. Pasti akan lebih mengembang setelah mereka dipanggil, keterlibatan-keterlibatan siapa lagi,”
ujar dia.
Mau Berobat
Sementara itu, pernyataan Nanik melalui unggahan dalam akun Facebook-nya mengungkapkan Presiden Prabowo tidak ingin dirinya sepenuhnya meninggalkan BGN.
Ia mengungkapkan ada rencana pembentukan Dewan Pengawas yang akan melibatkannya.
“Presiden menyetujui (pengunduran diri) namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,”
kata Nanik, hari ini.
Nanik juga mengungkapkan Prabowo berencana menunjuknya sebagai Ketua Dewan Pengawas BGN apabila lembaga tersebut resmi dibentuk.
“Kemungkinan Presiden akan membentuk Dewan Pengawas, saya disuruh menjadi Ketua Dewan Pengawas,”
aku dia.
Nanik menjelaskan bahwa dirinya harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri untuk memperoleh second opinion. Karena kondisi tersebut, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi kepala BGN.
Di sisi lain, ia memastikan tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya dalam menjalankan program MBG. Selama 14 tahun mendampingi Prabowo, Nanik mengaku memahami bahwa program tersebut benar-benar ditujukan demi memperbaiki gizi anak-anak Indonesia.