Kejaksaan Agung melimpahkan berkas perkara dan tersangka dugaan korupsi tata kelola progam Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjerat eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana cs kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
“Telah diserahkan tersangka dan barang bukti dalam perkara dugaan korupsi tata kelola program MBG pada BGN tahun 2025-2026,”
kata Kapuspenkum Anang Supriatna di Kejari Jakarta Pusat, Selasa 29 September 2026.
Adapun alat bukti yang turut diserahkan penyidik meliputi keterangan 233 saksi, empat keterangan ahli, serta surat maupun dokumen terkait perkara dugaan korupsi. Kejagung juga menyerahkan enam tersangka untuk dipersiapkan menuju persidangan.
Para tersangka yakni:
| Nama | Jabatan | Instansi/Sektor | Periode/Keterangan |
| Dadan Hindayana | Kepala Badan Gizi Nasional | Badan Gizi Nasional | Agustus 2024 – Juni 2026 |
| Sony Sonjaya | Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi | Badan Gizi Nasional | 17 September 2025 – Juni 2026 |
| Lodewyk Pusung | Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Lembaga | Badan Gizi Nasional | 22 Oktober 2024 – Juni 2026 |
| Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan | Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama | Badan Gizi Nasional | — |
| Glory Harimas Sihombing | Pihak Swasta | Swasta | — |
| Asep Yusuf Somantri | Pihak Swasta | Swasta | — |
Tak Periksa
Anang mengaku selama penyidikan perkara itu bergulir di Kejagung, penyidik belum pernah memeriksa eks Kepala BGN Nanik S Deyang.
“Dalam pembuktian ini, penyidik menyatakan belum (memeriksa Nanik),”
kata Anang.
Berdasarkan pertimbangan penyidik, permintaan keterangan Nanik dikesampingkan terlebih dahulu. Sebab penyidik sudah memiliki kecukupan alat bukti dari keterangan saksi.
“Pertimbangan berdasarkan kewenangan penyidik menurut bagaimana kelengkapan, perlu atau tidak. Sampai saat ini belum (periksa Nanik),”
tutup Anang.
Temuan
| No. | Modus Dugaan Korupsi | Uraian | Nilai/Volume |
|---|---|---|---|
| 1 | Jual beli titik SPPG | Dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Dari praktik tersebut, Dadan dan pihak terkait diduga memperoleh uang dari mitra atau yayasan yang terafiliasi. | Hingga Rp1 miliar per hari |
| 2 | Pengadaan barang | Dugaan korupsi dalam pengadaan sepeda motor listrik melalui vendor PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT). Penyidik juga mengusut pengadaan sepatu, tablet, dan televisi berukuran 75 inci. | Rp1.035.515.297.908,02 |
Pengadaan tersebut diduga tidak sesuai dengan kebutuhan operasional BGN. Penyidik menduga Dadan dan pihak lain mengintervensi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar proyek-proyek tersebut tetap berjalan.
Berikut barang pengadaan:
| Barang | Jumlah |
|---|---|
| Sepeda motor listrik | 21.801 unit |
| Sepatu | 32.000 pasang |
| Tablet | 31.994 unit |
| Televisi 75 inci | 5.400 unit |






