Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 8 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Gerakan Ayah Mengambil Rapor Jadi Sorotan, Psikolog Ungkap Dampak Positifnya
Hype

Gerakan Ayah Mengambil Rapor Jadi Sorotan, Psikolog Ungkap Dampak Positifnya

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Desember 22, 2025 1:29 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Guru berbincang dengan orang tua murid saat pembagian rapor di SDN Polisi 4, Kota Bogor, Jawa Barat
Guru berbincang dengan orang tua murid saat pembagian rapor di SDN Polisi 4, Kota Bogor, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/tom)
SHARE

Baru-baru ini ramai di media sosial terkait gerakan ayah mengambil rapor anak. Program Gerakan Ayah Mengambil Rapor tertuang dalam SE Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR).

Surat edaran tersebut ditetapkan pada 1 Desember 2025 oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji.

Lantas apa sih Gerakan Ayah Ambil Rapor?

Gerakan Ayah Mengambil Rapor merupakan inisiatif nasional yang mengajak para ayah datang langsung ke sekolah saat pengambilan rapor anak di akhir semester.

Tak hanya anak usia dini, program ini juga diperuntukan kepada anak-anak dengan jenjang sekolah pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah.

Alasan dicetuskannya program ini adalah terkait isu fatherless di Indonesia yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan lintas sektor untuk mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) tahun 2025, satu dari empat keluarga yang memiliki anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless sebesar 25,8%.

Hal itu disebabkan karena faktor ekonomi seperti ayah yang tidak bekerja dan disfungsi relasi keluarga seperti perceraian.

Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini.

Psikolog Meity Arianty menyambut baik dengan adanya Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Menurutnya program tersebut merupakan langkah positif untuk melibatkan peran ayah dalam pendidikan anak.

Dari perspektif psikologi, keterlibatan orang tua, terutama ayah, itu dapat memperkuat hubungan emosional dan mendukung perkembangan sosial serta akademik anak.

Ini juga memberi contoh yang baik tentang pentingnya peran kedua orang tua dalam proses pendidikan, yang dampaknya dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, melibatkan ayah secara langsung, juga dapat memperkuat ikatan keluarga dan mendukung kesejahteraan mental serta emosional anak,”

ujar Meity kepada owrite, Senin 22 Desember 2025.

Meity menjelaskan keterlibatan ayah di sekolah seperti pengambilan rapor memiliki dampak positif pada perkembangan emosional anak.

Secara psikologis, ketika ayah terlibat aktif dalam kehidupan pendidikan anak, anak jadi merasa dihargai dan didukung, ini meningkatkan rasa aman dan kepercayaan diri anak.

Kehadiran ayah dalam momen penting tersebut dapat mengurangi perasaan cemas anak terhadap hasil akademik dan meningkatkan motivasi mereka untuk berprestasi,”

kata Meity.

Selain itu, keterlibatan ayah menunjukkan bahwa pendidikan adalah prioritas bersama dalam keluarga, yang mengajarkan anak tentang pentingnya tanggung jawab dan usaha.

Jadi keterlibatan ayah memperkuat ikatan emosional dalam keluarga dan mendukung perkembangan emosional anak yang lebih sehat,”

ujar Meity.

Meski demikian, Meity juga mengingatkan bahwa bila program ini berjalan akan berdampak psikologis bagi anak yang tidak memiliki ayah atau fatherless.

Jika kebijakan ini diterapkan tanpa sensitivitas yang tepat. Anak-anak dalam situasi ini mungkin merasakan tekanan emosional, seperti perasaan kehilangan, kecemburuan, atau rasa tidak cukup baik jika mereka melihat teman-temannya memiliki ayah yang hadir di momen tersebut,”

jelasnya.

Tak hanya itu, anak akan merasa cemas atau takut akan penilaian terkait prestasinya, dan bisa menambah beban stres buat anak.

Selain itu, ketidakhadiran ayah bisa mempengaruhi pola pikir anak tentang peran orang tua dalam pendidikan dan kehidupan mereka.

Namun, perlu realistis juga bahwa tidak semua anak bisa mengalami situasi yang ideal sehingga, peran ibu atau figur pengganti yang mendukung tetap dapat mengurangi dampak negatif tersebut, dengan menyediakan rasa aman dan penguatan emosional yang dibutuhkan anak,”

tuturnya.

Untuk itu, lanjut Meity, pihak sekolah perlu menyiapkan pendekatan psikologis untuk memastikan kebijakan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak tidak menimbulkan rasa minder atau perbandingan sosial di antara anak-anak.

Bagi sebagian anak, ketidakhadiran ayah atau keluarga yang kurang mampu terlibat dalam momen tersebut bisa menyebabkan perasaan malu atau rendah diri, terutama jika mereka merasa berbeda dari teman-teman mereka yang ayahnya hadir.

Untuk mengatasi hal ini, sekolah dapat memberikan pendekatan yang sensitif terhadap perasaan anak, seperti menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung, serta mengedukasi anak-anak tentang keberagaman kondisi keluarga,”

paparanya.

Selain itu, penting untuk menekankan bahwa dukungan orang tua tidak selalu harus dalam bentuk fisik atau kehadiran langsung, tetapi juga bisa melalui cara-cara lain yang positif dan bermakna.

Mengintegrasikan pembelajaran tentang empati, penerimaan, dan komunikasi yang terbuka dalam kegiatan sekolah juga dapat membantu mengurangi potensi perbandingan sosial dan membangun rasa percaya diri pada anak.

Sekolah dapat mendata sekiranya ada anak-anak yang tidak memiliki ayah dapat memberikan alternatif misal kakek atau om sebagai figure ayah,”

tandasnya.

Meity menambahkan bahwa meskipun kebijakan ini dapat membawa dampak positif dalam meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, penerapannya juga perlu dilaksanakan dengan sensitivitas dan pertimbangan terhadap keberagaman kondisi keluarga.

Agar tidak menimbulkan perasaan minder, stigma, atau tekanan emosional yang berlebihan bagi anak-anak yang tidak bisa merasakannya,”

tambah Meity.

Tag:AyahGEMARMeity AriantyMendukbanggapsikologRapor
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Konser di Jakarta Bertajuk iKON FOUREVER WORLD TOUR
Hype

iKON Gelar Konser di Jakarta Bertajuk iKON FOUREVER WORLD TOUR

Tahun 2026 menjadi tahun tersibuk bagi para kpopers, beberapa konser dari berbagai grup dijadwalkan akan tampil di Indonesia. Salah satu yang cukup menarik perhatian penggemar adalah iKON resmi mengumumkan tur…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan
2 Min Read
Siomay Tanpa Tepung ala Devi Anastasya
Hype

Resep Siomay Tanpa Tepung ala Devi Anastasya, Cocok Untuk Diet

Siomay jadi salah satu makanan favorit banyak orang karena rasanya yang gurih, cocok untuk disantap kapan saja. Namun, sebagian orang kini mulai mencari versi siomay yang lebih tinggi protein dengan…

By
Ani Ratnasari
Ivan
3 Min Read
Ilustrasi anak bersama keluarga
Hype

Banyak Anak Terlibat Kejahatan Berat, Psikolog Soroti Kematangan Otak

Psikolog Meity Arianty memberikan pandangan terkait perkembangan kognitif otak anak untuk memahami konsekuensi moral dan hukum. Pasalnya hingga saat ini banyak kasus kejahatan berat yang dilakukan oleh anak-anak. Tidak sedikit…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Jeno dan Jaemin NCT
Hype

NCT JNJM Siap gelar Fan Meeting Tour di Jakarta

Duo baru dari NCT, yakni NCT JNJM yang beranggotakan Jeno dan Jaemin,…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
5 jam lalu
Ilustrasi Cara Cek NPWP dengan NIK
Hype

4 Cara Cek NPWP dengan NIK Secara Online 2026, Mudah dan Praktis

Cara cek Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK)…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
10 jam lalu
Volkswagen ID. Buzz Eclipse Edition
Hype

Retro Bertemu Futuristik: Volkswagen ID. Buzz Eclipse Edition Siap Gaet Pecinta EV Premium

Mobilitas urban di era modern bukan lagi sekadar urusan berpindah tempat, melainkan…

Amin Suciady
By
Amin Suciady
11 jam lalu
Ilustrasi reaksi emosi kuat dalam diri seseorang
Hype

Apa Arti Trigger dalam Bahasa Gaul? Ini Penjelasannya

Pernahkah kamu tiba-tiba merasa geram, sedih, atau pengen nangis hanya karena satu…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
16 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up