Istilah pick me belakangan ini sering muncul di media sosial, khususnya di kalangan Gen Z. Istilah ini populer di platform media sosial Tiktok dan umumnya ditujukan kepada perempuan. Secara umum, pick me merupakan istilah untuk menggambarkan perempuan yang berusaha mendapatkan perhatian atau validasi dari laki-laki atau kelompok tertentu dengan menunjukkan bahwa dirinya berbeda dari perempuan lainnya.
Perilaku ini biasanya merendahkan minat, hobi, atau karakteristik yang dianggap feminin sambil menonjolkan kualitas yang dianggap unik dari yang lain. Contohnya, ada perempuan yang berkata bahwa ia lebih menyukai bermain game daripada berdandan seperti perempuan pada umumnya.
Psikolog Universitas Airlangga Dr. Ike Herdiana M.Psi menyebut ada beberapa tanda seseorang yang tergolong pick me, pertama, ia akan menyatakan kondisi diri pribadi yang berbeda dengan karakteristik atau stereotip gender secara umum.
Kedua, ia akan cenderung merendahkan perempuan lain. Dan ketiga, seorang pick me girl akan menampilkan sikap, minat, kebiasaan, atau gaya yang dianggap berbeda dan mampu menarik perhatian lawan jenis.
Selain itu, pick me tidak hanya berusaha menarik lawan jenis. Umumnya, mereka menginginkan kehidupan sosial tapi dengan cara yang salah, yaitu dengan merendahkan orang lain. Hal ini disebabkan karena seorang yang pick me melakukannya karena ingin diperhatikan orang lain.
Meskipun istilah yang digunakan untuk menjelaskan fenomena ini adalah girl atau perempuan, akan tetapi pick me juga bisa dialami atau terjadi pada laki-laki. Sehingga, fenomena pick me ini pada dasarnya tidak terbatas pada jenis kelamin seseorang dan dapat dialami oleh siapa saja.
Dr. Ike juga menyebut bahwa penyebab pick me adalah munculnya perilaku misogini. Perilaku ini merupakan kebencian atau rasa tidak suka pada perempuan. Sehingga perilaku pada seorang pick me muncul lewat keinginan untuk menjauhkan diri dari stereotip wanita tradisional yang selama ini dianggap tidak menonjol dan cenderung negatif.
Perilaku pick me memiliki dampak negatif bagi seseorang yang melakukannya maupun orang-orang di sekitarnya yaitu:
“Stereotip perempuan yang suka make up, lemah lembut, suka dilindungi, suka belanja, didobrak dengan menyatakan dirinya berbeda dengan kondisi itu semua” terangnya seperti dikutip dari Halodoc, Rabu, 22 April 2026.
- Merusak hubungan dengan perempuan lain
Perilaku merendahkan perempuan lain dapat menciptakan permusuhan dan merusak pertemanan. - Kecemasan dan depresi
Seseorang akan merasa tertekan karena selalu dituntut untuk tampil berbeda demi mendapatkan validasi dari orang sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan stress dan gangguan mental lainnya. - Memperkuat stereotip gender
Perilaku ini dapat membatasi ekspresi diri seseorang dan memperkuat stereotif negatif tentang perempuan. - Menurunkan harga diri seseorang
Meskipun tujuan awalnya untuk meningkatkan harga diri, perilaku ini dapat membuat seseorang merasa tidak percaya diri dalam situasi tertentu.
Dalam beberapa situasi, pelaku pick me akan membutuhkan konseling, karena apabila kondisi tersebut terus berlangsung, seseorang akan terobsesi untuk merendahkan dan menghina orang lain.
“Mereka akan semakin tidak realistis dengan tindakan-tindakannya. Hal itu akan membuat individu tidak mampu mengontrol emosi hingga timbul ketidaknyamanan secara psikologis,” tambahnya.
Maka apabila perilaku pick me girl berpotensi merugikan orang lain dan diri sendiri, Dr Ike mengimbau agar segera mencari bantuan profesional.


