Belakangan ini, bunga Lily of the Valley ramai dibicarakan setelah muncul dalam buket pernikahan Luna Maya. Bunga kecil berwarna putih ini memang dikenal memiliki tampilan yang elegan dan mewah, sehingga sering dipakai dalam dekorasi hingga rangkaian bunga pernikahan.
Namun dibalik kecantikannya, Lily of the Valley ternyata menyimpan fakta unik yang cukup mengejutkan. Bunga yang dikenal juga dengan nama bunga bakung ini memiliki kandungan racun dan tidak boleh dikonsumsi sembarangan.
Fakta tentang Lily of the Valley juga sempat dibagikan oleh kreator TikTok @chimyinfinland atau Chimy in Finland, seorang perempuan asal Trenggalek yang kini tinggal di Finlandia.
Lewat videonya, ia memperlihatkan banyak tanaman Lily of the Valley tumbuh di belakang rumahnya. Dari situ, banyak netizen baru tahu kalau bunga cantik yang viral di buket pernikahan Luna Maya ini ternyata cukup umum ditemukan di Finlandia dan dikenal sebagai bunga nasional negara tersebut.
Asal Usul Lily of The Valey
Melansir dari laman Gardenia Creating Gardens, meski bukan berasal asli dari Finlandia, Lily of the Valley cukup identik dengan negara tersebut karena tumbuh cukup banyak di sana dan dijadikan bunga nasional Finlandia.
Bunga ini berasal dari wilayah Eurasia dan tumbuh subur di lingkungan hutan dengan iklim sedang. Meski terlihat cantik dan elegan, tanaman ini di beberapa wilayah Amerika Utara dianggap sebagai tanaman invasif, karena rimpangnya dapat menyebar dengan cepat dan memenuhi area di sekitarnya.
Lily of the Valley juga dikenal sebagai salah satu bunga kelahiran untuk bulan Mei dan sering melambangkan kembalinya kebahagiaan.
Bunganya yang berwarna putih dengan bentuk kecil mirip lonceng, membuatnya terlihat elegan dan mewah. Dan karena aromanya yang harum, bunga ini banyak digunakan untuk parfum, buket pengantin, hingga dekorasi taman bergaya peri.
Bentuk Bunga yang Cantik dan Elegan
Tanaman biasa tumbuh dari rimpang menjalar, jadi membentuk hamparan tanaman yang rimbun banget. Tangkai bunganya melengkung di atas daun hijau mengilap, bikin tampilannya estetik dan vibes musim seminya kerasa banget.
Ukurannya tergolong kecil, tingginya sekitar 15–30 cm dan lebar 22–30 cm. Bunga ini biasanya mekar selama dua sampai tiga minggu di pertengahan hingga akhir musim semi. Dalam satu tandan, terdapat sekitar 15 kuntum bunga putih kecil berbentuk lonceng yang menggantung cantik.
Saat ini, Lily of The Valey masih belum bisa ditemukan secara bebas di Indonesia. Karena tanaman ini harus tumbuh di negara subtropis dan iklim di Indonesia bukan termasuk. Maka dari itu, untuk mendapatkan bunga ini harus impor atau melakukan pembelian secara daring di toko bunga premium.
Termasuk Jenis Tanaman Beracun
Siapa sangka, di balik tampilannya yang cantik, tanaman ini ternyata beracun. Lily of the Valley mengandung senyawa glikosida jantung yang bisa berbahaya kalau sampai tertelan. Bahkan bukan hanya bunganya, tapi daun, batang, sampai buahnya juga sama-sama mengandung racun.
Dalam beberapa kasus, jumlah sedikit aja, tanaman ini bisa bikin gangguan kesehatan serius seperti sakit perut, muntah, sesak napas, sampai kejang. Racunnya juga nggak cuma berbahaya buat manusia, tapi juga hewan peliharaan.
Karena itu, bunga ini sebaiknya dijauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan. Saat memegangnya pun disarankan pakai sarung tangan, karena kontak langsung dengan kulit bisa memicu iritasi atau alergi pada sebagian orang.
Meski punya ukuran kecil dan tampilan sederhana, Lily of the Valley ternyata menyimpan banyak fakta menarik di balik kecantikannya. Mulai dari jadi bunga favorit untuk buket pernikahan, punya aroma harum yang mewah, hingga bunga beracun.
Namun di balik tampilannya yang estetik dan fairy vibes banget, bunga ini juga termasuk tanaman beracun yang perlu ditangani dengan hati-hati.


