Sebuah unggahan di media sosial Threads viral setelah seorang pelanggan dengan nama pengguna @wowartisnih mengeluhkan dugaan penggunaan ulang tusuk sate di sebuah warung Sate Padang di Semarang, pada 23 Mei 2026.
Unggahan tersebut ramai diperbincangkan warganet karena memperlihatkan tusuk sate yang tampak tipis dan dikumpulkan di dekat area pencucian.
Kronologi Unggahan Viral
Dalam unggahannya, akun tersebut mengaku kecewa setelah makan di sebuah warung sate padang di Semarang. Ia menduga tusuk sate yang digunakan telah dicuci dan dipakai kembali karena bentuknya yang tipis. Unggahan itu juga menyebut kekhawatiran terkait kebersihan makanan yang disajikan.
Tak lama setelah viral di Threads, pihak Sate Padang Ajo Manih, selaku terduga dalam video dan foto yang viral tersebut, membalas utas dengan klarifikasi, lalu disusul klarifikasi lebih resmi dan menyeluruh melalui unggahan di Instagram resminya @satepadang.ajomanih.
Pihak Warung Beri Klarifikasi
Dalam unggahan Instagramnya, Warung Sate Padang Ajo Manih memberi klarifikasi. Pihak warung meminta maaf atas keresahan yang muncul akibat video yang beredar di media sosial.
Mereka juga menegaskan bahwa informasi mengenai penggunaan ulang tusuk sate adalah tidak benar. Menurut pihak warung, tusuk sate yang digunakan merupakan tusuk sekali pakai dan selalu dibuat baru setiap hari.
Pihak warung menjelaskan bahwa tusuk sate mereka memang terlihat lebih tipis dibanding tusuk sate pada umumnya karena terbuat dari batang daun janur untuk ketupat.
Mereka menegaskan bentuk tipis tersebut bukan disebabkan karena tusuk digunakan berulang kali, tapi karena memang berasal dari bahan pembuatannya.
Selain itu, pihak warung mengatakan tusuk sate bekas memang dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dimusnahkan atau dibakar. Wadah pengumpulan yang berada dekat area pencucian dan membuat sebagian tusuk terkena air sabun sehingga menimbulkan kesalahpahaman dalam video yang viral.
Dalam klarifikasinya, pihak warung juga menyebut pengumpulan tusuk sate bekas dilakukan agar tidak langsung dibuang ke tempat sampah karena dinilai dapat membahayakan petugas kebersihan.
Mereka turut mengimbau masyarakat untuk merusak tusuk sate bekas sebelum dibuang agar tidak disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Unggahan klarifikasi tersebut pun menuai beragam respons dari warganet. Sebagian menerima penjelasan pihak warung, sementara lainnya berharap standar kebersihan makanan tetap diperhatikan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan polemik di media sosial.
Tanggapan Netizen dan Kontradiksi Klarifikasi
Setelah unggahan klarifikasi, Instagram Sate Padang Ajo Manih dipadati komentar dari mulai mendukung, hingga menyampaikan kekecewaan karena blunder.
“BLUNDER! Ini malah bikin orang makin curiga, kemarin di thread ngomongnya sengaja dicuci buat ngilangin sisa lemak sama bumbu biar gampang dibakar. Sekarang ketumpahan sabun. Yang bener yang mana?,”
@kienesasih.
Hal ini karena pihak Sate Padang Ajo Manih melalui Instagram menyebut tusuk sate yang terkena sabun terjadi karena wadah tusuk sate bekas berada dekat area pencucian piring.
Namun dalam penjelasan lanjutan di Threads, pihak warung justru mengatakan tusuk sate bekas memang sengaja dicuci untuk menghilangkan lemak dan bumbu sate.
Perbedaan penjelasan inilah yang kemudian dianggap sebagian warganet sebagai kontradiktif. Mereka menilai ada ketidaksesuaian antara pernyataan “terkena sabun karena berdekatan dengan tempat cuci piring” dengan penjelasan bahwa tusuk sate memang dicuci secara sengaja sebelum dimusnahkan.
Namun ada juga komentar pelanggan yang mendukung, karena pengalaman makan di Sate Padang Ajo Manih tetap nikmat.
“kakak, tetap jadi sate padang langgananku. Cuma Ajo Manih yang menurutku enak dan aku doyan,”
@saa_amalia:
“Lah ini sate padang favorit ku, namanya bisnis makanan pasti ada cobaanya, saya yakin setelah ini akan buka cabang di seluruh indo karena rasa sate padang paling enak hanya di sate padang ajo manih,”
@fahmishahab._:
Hingga kini, unggahan mengenai dugaan penggunaan ulang tusuk sate tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial. Klarifikasi dari pihak Sate Padang Ajo Manih pun memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Ada yang setuju, ada juga yang tidak setuju.
Terlepas dari polemik yang terjadi, kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga standar kebersihan dan transparansi dalam usaha kuliner. Di sisi lain, viralnya unggahan tersebut juga menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap keamanan makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.
