Vasaka Hotel Jakarta mempererat hubungan dengan rekan media melalui acara Media Gathering & Exclusive Preview bertajuk “New Face, Same Warmth: Experience the Enhanced Comfort” yang digelar di Canting Restaurant dan 7th Sky Lounge, Jumat, 29 Mei 2026.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 50 jurnalis tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada media partner yang selama ini mendukung perjalanan dan perkembangan Vasaka Hotel Jakarta selama hampir satu dekade.
Sebagai hotel berbintang empat yang berlokasi di Jakarta Timur, Vasaka Hotel Jakarta menilai media memiliki peran penting dalam membangun citra perusahaan, menyampaikan informasi kepada publik, serta mendukung berbagai program dan aktivitas hotel.
Acara berlangsung hangat dan penuh keakraban. Berbagai kegiatan turut memeriahkan suasana, mulai dari penampilan tari Betawi sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya lokal, prosesi palang pintu dan pengguntingan pita, penampilan DJ, permainan interaktif, hingga pembagian doorprize.
General Manager Vasaka Hotel Jakarta, Nancy Fenyapwain, mengatakan media telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hotel hingga saat ini.
Media memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan Vasaka Hotel Jakarta. Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kebersamaan yang telah terjalin selama ini. Melalui acara ini, kami ingin mempererat kembali sinergi yang sudah terbangun sekaligus berbagi semangat baru yang sedang kami hadirkan di Vasaka Hotel Jakarta,”
ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen juga memperkenalkan berbagai program pembaruan yang tengah dilakukan. Memasuki usia ke-10 tahun, Vasaka Hotel Jakarta melakukan peremajaan di sejumlah area, mulai dari peningkatan kualitas kamar, pembaruan area restoran, hingga pengembangan berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari komitmen hotel untuk menghadirkan pengalaman menginap yang lebih nyaman tanpa meninggalkan keramahan pelayanan yang selama ini menjadi ciri khas Vasaka Hotel Jakarta.
Dengan tampilan yang lebih modern dan fasilitas yang terus ditingkatkan, manajemen berharap hotel tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan bisnis maupun leisure di kawasan Jakarta Timur.
Optimistis di Tengah Tantangan Ekonomi
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan akibat dinamika global, Vasaka Hotel Jakarta tetap optimistis mampu mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2026.
Nancy mengungkapkan pihaknya menargetkan pendapatan sebesar Rp51 miliar pada tahun ini atau meningkat sekitar 3 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp48 miliar.
Kami tetap realistis dalam menetapkan target. Jika melihat tingkat inflasi yang berkisar 2 hingga 3 persen, maka target pertumbuhan sekitar 3 persen masih cukup rasional. Dari pendapatan sekitar Rp48 miliar tahun lalu, kami berharap bisa mencapai Rp51 miliar tahun ini,”
katanya.
Menurut Nancy, kontribusi pendapatan hotel berasal dari sektor kamar atau okupansi sebesar 47 persen, sementara 53 persen lainnya berasal dari sektor food and beverage (F&B), yang mencakup restoran, ruang pertemuan, lounge, dan layanan room service selama 24 jam.
Selain itu, Vasaka Hotel Jakarta juga mulai membidik pasar internasional, khususnya wisatawan dari China dan negara-negara ASEAN yang terus menunjukkan minat berkunjung ke Indonesia.
Kami menawarkan paket wisata yang tidak hanya mencakup Jakarta, tetapi juga destinasi lain seperti Bandung dan kawasan Puncak di Jawa Barat,”
jelas Nancy.
Jika sebelumnya sekitar 80 persen pangsa pasar hotel didominasi segmen bisnis, kini manajemen mulai memperluas fokus ke segmen leisure seiring perubahan kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Untuk mendukung strategi tersebut, Vasaka Hotel Jakarta menghadirkan berbagai paket menginap yang lebih atraktif, seperti program stay longer with more benefits yang menawarkan harga kompetitif untuk masa tinggal dua hingga tujuh malam lengkap dengan fasilitas tambahan seperti layanan laundry dan antar-jemput.
Hotel juga menjalin kerja sama dengan berbagai mitra strategis, termasuk operator kereta cepat Whoosh dan sejumlah institusi perbankan guna memperluas program loyalitas pelanggan serta menciptakan sumber pendapatan tambahan.
Meski demikian, segmen pemerintahan masih menjadi salah satu pasar utama yang dibidik perusahaan. Namun, manajemen kini lebih selektif dalam menyasar instansi pemerintah yang memiliki kebutuhan kegiatan yang bersifat esensial.



