Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 3 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Sering Dipakai Warganet saat Ada Kontroversi, Ini Arti Tone Deaf yang Perlu Dipahami
Hype

Sering Dipakai Warganet saat Ada Kontroversi, Ini Arti Tone Deaf yang Perlu Dipahami

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Juni 2, 2026 5:35 pm
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
Share
Gambar ilustrasi diskusi online
Gambar ilustrasi diskusi online (Foto: unsplash.com)
SHARE

Saat sebuah kontroversi mencuat di media sosial, tidak jarang warganet menyebut pihak yang terlibat sebagai tone deaf.

Daftar isi Konten
  • Arti Tone Deaf
  • Ciri Orang Tone Deaf dalam Konteks Sosial
  • 1. Meremehkan isu yang sedang ramai
  • 2. Mengabaikan konteks dan latar belakang budaya
  • 3. Kurang peduli dengan keadaan sekitar
  • 4. Menggunakan humor yang tidak tepat
  • 5. Sulit menerima kritik
  • 6. Tetap mengulangi kesalahan yang sama
  • Penyebab Tone Deaf
  • Bisakah Tone Deaf Diatasi?

Meski kerap digunakan dalam berbagai diskusi online, masih banyak orang yang belum memahami arti sebenarnya dari tone deaf. Lalu, apa yang dimaksud dengan tone deaf dan mengapa istilah ini sering menjadi sorotan di dunia digital? Berikut penjelasannya.

Arti Tone Deaf

Melansir dari laman UNESA Fakultas Bahasa Inggris 09 April 2026, pada awalnya, istilah tone deaf dipakai dalam dunia musik untuk menggambarkan seseorang yang kesulitan membedakan nada. Cirinya sulit mengenali perbedaan nada tinggi dan rendah sehingga kesulitan mengikuti melodi atau menyanyikan lagu dengan tepat.

Secara medis, kondisi tersebut dikenal sebagai amusia, yaitu gangguan neurologis yang membuat otak tidak mampu memproses atau menginterpretasikan unsur-unsur musik dengan baik.

Namun, seiring perkembangan bahasa dan media sosial, istilah tone deaf tidak lagi hanya digunakan dalam dunia musik. Kini, istilah tersebut juga sering dipakai dalam konteks sosial.

Dalam konteks sosial, tone deaf merujuk pada ucapan, tindakan, atau keputusan yang dinilai tidak sesuai dengan keadaan. Akibatnya, orang yang bersikap tone deaf sering dapat kritik karena dianggap kurang memiliki empati atau gagal memahami suasana yang sedang dirasakan banyak orang.

Baca juga:
Mengenal Istilah 'Kalcer' di Kalangan Anak Muda Kalcer merupakan istilah gaul yang saat ini tren di kalangan generasi muda,…
  • Mengenal Istilah 'Kalcer' di Kalangan Anak Muda

Ciri Orang Tone Deaf dalam Konteks Sosial

Seseorang yang tone deaf dalam konteks sosial umumnya menunjukkan sikap yang kurang peka terhadap situasi yang sedang dihadapi orang lain. Melansir dari Halodoc (02/10/2025), berikut beberapa ciri yang sering terlihat:

1. Meremehkan isu yang sedang ramai

Orang yang tone deaf kerap membuat komentar, candaan, atau unggahan yang terkesan meremehkan isu sosial, politik, maupun budaya yang sedang menjadi perhatian publik.

2. Mengabaikan konteks dan latar belakang budaya

Ciri lainnya adalah tidak mempertimbangkan konteks sosial atau budaya saat menyampaikan pendapat maupun membuat konten. Akibatnya, unggahan yang dibuat bisa dianggap menyinggung atau tidak menghormati kelompok tertentu.

3. Kurang peduli dengan keadaan sekitar

Orang yang tone deaf sering kali tampak tidak menyadari atau tidak memahami situasi yang sedang dialami orang lain. Mereka cenderung fokus pada sudut pandangnya sendiri tanpa peduli dampah ke sekitarnya.

4. Menggunakan humor yang tidak tepat

Humor memang dapat mencairkan suasana, tetapi orang yang tone deaf sering kali melontarkan lelucon pada waktu atau situasi yang tidak tepat. Candaan tersebut bahkan bisa dianggap menyinggung pihak tertentu.

5. Sulit menerima kritik

Ketika mendapat kritik atau masukan, orang yang tone deaf cenderung bersikap defensive. Alih-alih melakukan refleksi, mereka justru sering meremehkan atau menolak pendapat orang lain.

6. Tetap mengulangi kesalahan yang sama

Dalam beberapa kasus, seseorang yang tone deaf tetap mempertahankan sikap atau tindakannya meskipun sudah mendapat banyak masukan dari orang lain.

Penyebab Tone Deaf

Penyebab tone deaf dapat berbeda tergantung konteksnya. Dalam dunia musik, kondisi ini umumnya berkaitan dengan faktor neurologis yang memengaruhi kemampuan otak dalam memproses dan mengenali nada.

Sementara dalam konteks sosial, tone deaf sering disebabkan oleh kurangnya empati, rendahnya kesadaran terhadap norma sosial, perbedaan sudut pandang, atau minimnya pemahaman terhadap isu yang sedang dibahas.

Ada juga orang yang bersikap tone deaf sebenarnya tidak bermaksud menyinggung, tetapi kurang memahami situasi atau dampak dari ucapan dan tindakannya terhadap orang lain.

Bisakah Tone Deaf Diatasi?

Metode penyembuhan tone deaf atau amusia dalam dunia musik bisa dilakukan dengan latihan musik secara rutin. Atau pada kasus tertentu, terapi juga dapat membantu, terutama jika kondisi tersebut berkaitan dengan cedera atau gangguan pada otak.

Sementara itu, tone deaf dalam konteks sosial bukanlah kondisi medis. Sikap ini dapat diperbaiki dengan meningkatkan kesadaran diri, empati, dan kemampuan memahami sudut pandang orang lain.

Mendengarkan masukan, menerima kritik dengan terbuka, serta lebih memperhatikan situasi sekitar juga dapat membantu seseorang menjadi lebih peka terhadap perasaan dan kondisi orang lain.

Itulah penjelasan mengenai arti tone deaf yang belakangan sering digunakan warganet di media sosial. Istilah ini tidak hanya berkaitan dengan kesulitan membedakan nada dalam dunia musik, tetapi juga dapat merujuk pada sikap yang dianggap kurang peka terhadap situasi dan perasaan orang lain.

Dengan memahami maknanya, kita bisa lebih bijak dalam menggunakan istilah tone deaf sekaligus lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat maupun bertindak di ruang publik.

Tag:Arti Kata Tone DeafIstilah GaulIstilah Media Sosial
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Teddy Sebut Kunjungan Luar Negeri Prabowo Sistem ‘Pay My Own’: Rombongan Maksimal 60 Orang
By Iren Natania
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris, Kamis, 28 Mei 2026.
1
Jokowi Absen Upacara Pancasila: Sengaja Hindari Megawati atau Gak Mood?
By Rahmat Tunny
Joko Widodo (Jokowi) dan Megawati Soekarnoputri
2
Serang Rekam Jejak, Respons Teddy soal Kritik Dino Dinilai Memalukan Pemerintah
By Rahmat Tunny
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
3
Gugatan TAUD Dikabulkan Sebagian, Polda Metro Wajib Lanjutkan Kasus Andrie Yunus!
By Rahmat Baihaqi
Hakim PN Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan gugatan TAUD kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.
4
Pajak Final UMKM 0,5 Persen Kini Hanya untuk Kelompok Tertentu, Ini Daftarnya
By Anisa Aulia
Ilustrasi pajak
5

BERITA LAINNYA

Doa untuk orang meninggal
Hype

Doa untuk Orang Meninggal: Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Kehilangan orang yang dicintai merupakan momen yang penuh kesedihan. Dalam ajaran Islam,…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
9 jam lalu
earphone bluetooth
Hype

Apakah Earphone Bluetooth Berbahaya bagi Kesehatan? Dokter Beberkan Faktanya

Di tengah semakin banyaknya penggunaan perangkat nirkabel, earphone bluetooth menjadi salah satu…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
13 jam lalu
Pelajar menyantap paket menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Babadan, Tulungagung, Jawa Timur,
Hype

Wacana MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Arab Saudi Tuai Kritik, Netizen: Makin Nggak Jelas

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kembali menjadi sorotan setelah mewacanakan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Petugas lalu lintas saat menegur pengendara motor.
Hype

Polri Gelar Operasi Patuh 2026 pada 8-21 Juni, Ini target Utamanya

Korlantas Polri akan menggelar Operasi Patuh 2026 serentak di seluruh Indonesia. Agenda…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up