Pembalap nasional Rifat Helmi Sungkar membagikan pandangannya tentang makna kesuksesan di era modern kepada ratusan mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB). Menurutnya, prestasi memang penting, tetapi tidak cukup untuk membawa seseorang mencapai puncak karier.
Pesan tersebut disampaikan Rifat saat menjadi narasumber dalam kuliah tamu bertajuk “Sinergi Teknologi, Komunikasi, dan Bisnis dalam Industri Motorsport Global” yang digelar Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana bekerja sama dengan Biro Kerjasama Universitas Mercu Buana, Selasa, 2 Mei 2026, di Aula Rektorat Kampus Meruya.
Dalam kesempatan itu, Rifat mengajak mahasiswa melihat kesuksesan dari sudut pandang yang lebih luas. Ia menilai masih banyak orang yang menganggap prestasi sebagai satu-satunya faktor penentu keberhasilan, padahal kemampuan berkomunikasi dan membangun citra diri juga memiliki peran besar.
“Banyak orang merasa prestasi saja cukup. Padahal sama seperti pelukis. Pelukis yang hebat belum tentu sukses. Yang sukses adalah pelukis yang bisa menjual karyanya,”
ujarnya.
Pengalaman lebih dari dua dekade berkiprah di dunia motorsport membuat Rifat memahami bahwa kesuksesan tidak pernah diraih sendirian. Di balik setiap pencapaian, terdapat kolaborasi berbagai pihak yang bekerja dalam bidang teknologi, manajemen, komunikasi, hingga bisnis.
Ajak Mahasiswa Kenali Nilai Diri
Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk mulai memikirkan identitas dan nilai diri yang ingin dibangun sejak masih berada di bangku kuliah. Menurutnya, personal branding dapat menjadi modal penting untuk membuka peluang di dunia profesional yang semakin kompetitif.
“Saya selalu berpikir ingin dikenal sebagai sosok seperti apa. Sponsor tidak selalu tentang uang. Yang terpenting adalah bagaimana kita menciptakan nilai dan membangun personal branding,”
katanya.
Meski menekankan pentingnya komunikasi dan personal branding, Rifat mengingatkan bahwa pendidikan tetap menjadi pondasi utama dalam meraih cita-cita. Pengetahuan dan kompetensi yang kuat, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan pengembangan diri.
“Kalau mau balap, jangan meninggalkan pendidikan. Pendidikan dan agama itu fondasi yang sangat penting,”
tegasnya.
Melalui kuliah tamu tersebut, Rifat mengajak mahasiswa untuk tidak hanya fokus mengejar nilai akademik, tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi, memperluas relasi, serta membangun nilai diri yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar maupun dunia kerja di masa depan.


