Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 19 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Apa Itu Slow Living? Tren Tinggal di Desa dengan Gaji Dolar dari Kerja Remote
Hype

Apa Itu Slow Living? Tren Tinggal di Desa dengan Gaji Dolar dari Kerja Remote

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 19, 2026 2:49 pm
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
Share
Slow living
Slow living (Foto: Unspalsh)
SHARE

Di tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan yang serba cepat, semakin banyak orang mulai melirik gaya hidup yang lebih tenang dan seimbang. Fenomena ini dikenal sebagai slow living, yaitu cara hidup yang tanpa terburu-buru.

Daftar isi Konten
  • Mengenal Istilah Slow Living
  • Dampak Budaya Serba Cepat
  • Gejala Tubuh yang Butuh Istirahat
  • Pekerjaan di Era Slow Living

Banyak pekerja digital yang memilih menetap di desa atau daerah dengan biaya hidup lebih rendah, sambil bekerja untuk perusahaan atau klien luar negeri yang membayar dalam mata uang dolar.

Dengan pemandangan alam yang lebih asri, banyak orang tetap bisa menikmati kualitas hidup yang lebih baik tanpa harus mengorbankan karier dan pendapatan mereka.

Baca juga:
Tren Sepatu ‘Gemas’ Kelir Pink Jajah Piala Dunia 2026: Bikin… Piala Dunia 2026 tidak hanya menyuguhkan persaingan sengit antarnegara, tetapi juga menghadirkan…
Apa Itu Style Gothic? Ternyata Ini Filosofi dan Alasan Tren… Kalau mendengar kata gothic, apa yang langsung terlintas di kepalamu? Baju serba…
Mengenal Yapping, Gaya Komunikasi Gen Z yang Lagi Tren di… Di era media sosial sekarang, yapping jadi salah satu gaya komunikasi khas…
  • Tren Sepatu ‘Gemas’ Kelir Pink Jajah Piala Dunia 2026: Bikin Pemain Pede,…
  • Apa Itu Style Gothic? Ternyata Ini Filosofi dan Alasan Tren Gothic Kembali…
  • Mengenal Yapping, Gaya Komunikasi Gen Z yang Lagi Tren di Media Sosial

Mengenal Istilah Slow Living

Melansir dari laman Halodoc , slow living merujuk pada filosofi hidup yang menekankan kualitas dibanding kuantitas dengan kecepatan yang tepat atau atau tempo giusto. Konsep ini bukan hidup bermalas-masalan.

Lebih jauh, slow living juga dapat dikaitkan dengan prinsip SLOW, yaitu Sustainable (berkelanjutan), Local (lokal), Organic (organik), dan Whole (utuh). Di mana prinsip ini berarti individu mampu mengurangi beban mental sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Penerapan slow living melibatkan kesadaran penuh (mindfulness) dalam berbagai aspek. Dengan kesadaran ini, seseorang dapat hadir lebih banyak dalam momen dan tidak terjebak dalam ritme hidup yang serba terburu-buru. Maka itu biasanya identik dengan tinggal di pedesaan.

Dampak Budaya Serba Cepat

Budaya kecepatan (fast-paced culture) yang berkembang seiring kemajuan teknologi dan tuntutan ekonomi modern menjadi sebab gaya hidup dengan ritme lebih tenang semakin pudar. Kondisi ini menciptakan ekspektasi orang harus selalu terhubung dan responsif secara instan.

Selain faktor tersebut, lingkungan kerja dan kondisi psikososial juga turut berperan. Ketergantungan yang tinggi terhadap perangkat digital membuat individu terus terpapar stimulus, yang dalam jangka panjang dapat mengganggu kemampuan otak.

Dari sisi biologis, tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat memicu peningkatan hormon kortisol atau hormon stres. Serta bisa berpengaruh gangguan pada area otak yang berperan dalam regulasi emosi dan pengambilan keputusan.

Baca juga:
Viral Kucing Hutan Dikawinkan dengan Kucing Domestik, BBKSDA Beri Peringatan Video perkawinan kucing hutan dan kucing domestik yang diunggah akun TikTok Hybrid…
Menkes Ungkap Fakta Mengejutkan soal Minuman Cepat Saji yang Dijual… Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, mengungkap fakta mengejutkan mengenai kandungan…
Doa Agar Keinginan Terkabul, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya Menurut… Setiap orang tentu memiliki harapan yang ingin diwujudkan dalam hidupnya. Dan doa…
  • Viral Kucing Hutan Dikawinkan dengan Kucing Domestik, BBKSDA Beri Peringatan
  • Menkes Ungkap Fakta Mengejutkan soal Minuman Cepat Saji yang Dijual di Pasaran
  • Doa Agar Keinginan Terkabul, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya Menurut Syekh Nawawi…

Gejala Tubuh yang Butuh Istirahat

Kebutuhan ini biasanya muncul melalui tanda stres kronis atau kelelahan mental (burnout). Maka itu penting untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih serius di kemudian hari. Beberapa tanda yang umum muncul antara lain:

  1. Gangguan tidur atau insomnia yang dipicu oleh pikiran yang terus aktif (racing thoughts).
  2. Menurunnya fokus serta daya ingat akibat paparan informasi yang berlebihan (information overload).
  3. Rasa lelah fisik yang terus berlanjut meskipun sudah cukup beristirahat (chronic fatigue).
  4. Kecemasan yang menetap dan kesulitan untuk merasa tenang ketika tidak sedang bekerja.
  5. Keluhan fisik seperti sakit kepala tegang, gangguan pencernaan, hingga ketegangan pada otot leher dan bahu.

Pekerjaan di Era Slow Living

Dalam konsep slow living, jenis pekerjaan umumnya dipilih bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga fleksibilitas. Banyak orang memilih pekerjaan yang bisa dilakukan dari mana saja, terutama pekerjaan berbasis digital.

Penulis lepas, copywriter, virtual assistant, hingga social media manager. Selain itu, bidang kreatif juga sering menjadi pilihan, seperti desainer grafis, ilustrator, fotografer, videografer, hingga content creator. Profesi-profesi ini memberi ruang untuk berekspresi dengan tempo yang lebih santai.

Selain itu slow living bisa diwujudkan melalui usaha mandiri seperti berjualan online, affiliate marketing, atau menjual produk digital. Bahkan beberapa orang memilih kembali ke aktivitas alam.

Slow living bukan tentang memperlambat hidup sepenuhnya, melainkan tentang menemukan kecepatan yang paling tepat untuk diri sendiri agar tetap sehat, produktif, dan merasa utuh sebagai manusia.

Tag:biaya hidup rendahslow livingTren
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Alphard Tersangka Asep Yusuf Disita, Kejagung Buru Jejak Uang Haram Korupsi MBG
By Rahmat Baihaqi
Mobil mewah jenis Toyota Alphard yang disita Kejaksaan Agung.
1
Roy Suryo Ditangkap, Tim Advokasi: Hukum Sudah Melayani Kepentingan Politik Jokowi
By Hardani Triyoga
Pakar telematika Roy Suryo (tengah) bersama ahli Forensik Digital Rismon Sianipar (kiri)
2
Polemik Ijazah Palsu Jokowi: Ini Kronologi Penangkapan Kilat Roy Suryo dan dr Tifa
By Rahmat Baihaqi
Dokter Tifa dalam program 'Say It'.
3
Terkuak! Begini Aliran Uang Panas ke Dadan Hindayana dari Bisnis Titik Dapur MBG
By Rahmat Baihaqi
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi.
4
Kongkalikong Dadan Hindayana-Glory Sihombing: Jual Titik SPPG, Rp100 Juta per Dapur
By Rahmat Baihaqi
Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) Glory Harimas Sihombing (tengah) berjalan menuju mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Hype

5 Potret Glamor Georgina Rodríguez, Kekasih Cristiano Ronaldo

Nama Georgina Rodriguez telah lama menjadi sorotan publik dunia. Tak hanya dikenal…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
6 jam lalu
Cara menghemat air di musim kemarau
Hype

6 Cara Menghemat Air di Rumah Saat Musim Kemarau, Tagihan Bisa Lebih Hemat

Memasuki musim kemarau, ketersediaan air bersih menjadi hal yang perlu perhatian. Curah…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
6 jam lalu
Kedai Rupasaji To Go (Foto: Ossid Duha)
Hype

8 Jajanan UMKM di MRT Lebak Bulus yang Wajib Dicoba, Ada Burger hingga Olahan Durian

MRT Lebak Bulus tidak hanya menjadi titik keberangkatan dan tujuan bagi ribuan…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
7 jam lalu
Kucing hibrida
Hype

Viral Kucing Hutan Dikawinkan dengan Kucing Domestik, BBKSDA Beri Peringatan

Video perkawinan kucing hutan dan kucing domestik yang diunggah akun TikTok Hybrid…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up