Setiap orang tentu memiliki harapan yang ingin diwujudkan dalam hidupnya. Dan doa menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin yang dapat dilakukan selain berusaha secara maksimal. Melalui doa, seorang hamba menunjukkan ketergantungannya kepada Allah dan berharap agar segala urusan dimudahkan.
Melansir dari laman NU Online, berikut bacaan doa agar keinginan terkabul lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Doa Agar Keinginan Terkabul
Berikut bacaan doa yang dianjurkan Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani untuk diamalkan setelah melaksanakan shalat hajat.
سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَّوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Subhānalladzī labisal ‘izza wa qāla bihī. Subhānalladzī ta’aththafa bil majdi wa takarrama bihī. Subhāna dzil ‘izzi wal karami. Subhāna dzit thauli. As’aluka bi ma’āqidil ‘izzi min ‘arsyika, wa muntahar rahmati min kitābika, wa bismikal a’zhami, wa jaddikal a’lā, wa kalimātikat tāmmātil ‘āmmātil latī lā yujāwuzuhunna birrun wa lā fājirun an tushalliya ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā āli sayyidinā Muhammadin.
Artinya: “Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, serta kalimat-kalimat-Mu yang sempurna yang tidak dapat dilampaui oleh orang yang taat maupun durhaka.”
Anjuran Membaca Doa Hajat
Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani menganjurkan doa tersebut dibaca setelah melaksanakan shalat hajat dua rakaat atau dua belas rakaat.
Sebagai seorang Muslim, penting untuk mengiringi doa dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh, kesabaran, dan keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik pada waktu yang tepat.
Doa Menghadapi Kesusahan dan Memiliki Hajat
Selain doa hajat Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani juga menganjurkan amalan doa yang pernah dibaca Rasulullah SAW. Doa ini diriwayatkan dalam hadis Imam Bukhari dan Muslim.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ، وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
Lā ilāha illallāhul halīmul karīmu, lā ilāha illallāhul ‘aliyyul ‘azhīmu. Subhānallāhi rabbil ‘arsyil ‘azhīmi, walhamdu lillāhi rabbil ‘ālamīna.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Santun lagi Maha Pemurah. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”
Doa Memohon Kemudahan Terkabulnya Harapan
Lalu doa yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi berisi permohonan ampunan, kemudahan dalam urusan, serta harapan agar hajat yang diridhai Allah SWT dapat dikabulkan.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًى إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allāhumma innī as’aluka mūjibāti rahmatika, wa ‘azā’ima maghfiratika, wal ghanīmata min kulli birrin, was salāmata min kulli itsmin. Lā tada’ lī dzanban illā ghafartah, wa lā hamman illā farrajtah, wa lā hājatan hiya laka ridhan illā qadhaitahā yā arhamar rāhimīn.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala sesuatu yang mendatangkan rahmat-Mu, keteguhan untuk meraih ampunan-Mu, keberuntungan dari setiap kebaikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau biarkan satu dosa pun pada diriku kecuali Engkau ampuni, jangan pula ada kesusahan kecuali Engkau lapangkan, dan jangan ada satu hajat yang Engkau ridhai kecuali Engkau kabulkan. Wahai Zat Yang Maha Pengasih di antara semua yang mengasihi.”


