Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, mengungkap fakta mengejutkan mengenai kandungan gula pada berbagai minuman yang banyak dijual di pinggir jalan dan sering dikonsumsi masyarakat. Temuan tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial pribadinya sebagai bagian dari edukasi penerapan label Nutri-Level pada minuman siap saji.
Dalam penjelasannya, Budi membeli beberapa jenis minuman yang umum dijumpai di pasaran, seperti es teh, es kopi susu, hingga es cendol. Sampel minuman tersebut kemudian diuji di laboratorium untuk mengetahui kadar gula yang sebenarnya terkandung di dalamnya.
Barusan mampir di pinggir jalan, beli es kopi susu, es teh, es cendol. Harganya murah-murah semua. Kira-kira berapa ya kadar gulanya? Kemarin Kemenkes kan sudah meluncurkan Nutri Level. Sekarang kita akan fokus ke minuman cepat saji,”
kata Budi
Hasil Pengujian
Hasil pengujian menunjukkan bahwa segelas es teh berukuran 600 mililiter mengandung sekitar 5 gram gula per 100 mililiter. Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah gula dalam satu gelas minuman tersebut mencapai 30 gram. Angka ini sudah mendekati batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan, yakni sekitar 50 gram per hari untuk orang dewasa.
Saya baru beli teh ini, harganya 5.000-an. Kita cek di Lab SIG yang terkenal itu di Bogor. Hasil cek dari Lab SIG adalah lima gram per 100 mililiter. Coba teman-teman ingat, ini tuh 600 mililiter. Jadi bisa hitung sendiri kan, gulanya total ada 30 gram, padahal batas maksimalnya sehari cuma 50 gram,”
ujarnya.
Temuan yang lebih mengejutkan ditemukan pada minuman kopi susu yang kini banyak dijual di gerobak maupun kedai. Hasil laboratorium menunjukkan kadar gula mencapai 9 gram per 100 mililiter. Dengan volume sekitar 600 mililiter, total kandungan gula dalam satu gelas kopi susu mencapai 54 gram, atau sudah melebihi batas konsumsi gula harian yang dianjurkan.
Sementara itu, minuman es cendol yang diuji memiliki kadar gula paling tinggi. Dalam satu porsi berukuran sekitar 400 mililiter, kandungan gulanya mencapai 12 gram per 100 mililiter atau setara dengan 48 gram gula dalam satu gelas. Menkes bahkan menyebut bahwa minuman tersebut lebih tepat disebut sebagai ‘es gula yang diberi cendol’ karena tingginya kadar pemanis yang terkandung di dalamnya.
Melalui temuan ini, Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kandungan gula dalam minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Pemerintah juga telah memperkenalkan sistem pelabelan Nutri-Level, yaitu kategori A hingga D yang membantu konsumen mengetahui kadar gula, garam, dan lemak dalam produk minuman siap saji. Semakin tinggi kandungan gula, semakin rendah nilai Nutri-Level yang diberikan


