Solomaxxing lebih mengacu pada pola pikir untuk merasa utuh dan bahagia tanpa bergantung pada hubungan romantis. Mereka yang menerapkan gaya hidup ini sebagai kesempatan untuk bertumbuh dan mencapai tujuan pribadi.
Solomaxxing Bukan Kesepian
Meski sama-sama berkaitan dengan kehidupan lajang, solomaxxing tidak dapat disamakan dengan kesepian (loneliness). Ini adalah pilihan sadar untuk berfokus pada pengembangan diri dan membangun kehidupan yang lebih berkualitas tanpa bergantung pada hubungan romantis.
Dalam praktiknya, solomaxxing justru dapat mendorong seseorang untuk tetap aktif bersosialisasi, misalnya dengan mengikuti kelas memasak, mempelajari keterampilan baru, bergabung dengan komunitas, atau menekuni hobi tertentu.
Penyebab Orang Memilih Solomaxxing
Ada berbagai faktor yang mendorong seseorang menerapkan gaya hidup solomaxxing.
- Lebih fokus pada pengembangan diri, seperti membangun karier, meningkatkan keterampilan, menjaga kesehatan mental, dan mencapai tujuan pribadi.
- Mengalami kelelahan dalam menjalani hubungan atau proses mencari pasangan (dating burnout), biasanya karena pengalaman hubungan yang kurang menyenangkan.
- Biaya kencan dan gaya hidup yang semakin tinggi membuat sebagian anak muda memilih memprioritaskan stabilitas keuangan dibanding menjalin hubungan romantis.
- Meningkatnya kesadaran akan pentingnya kemandirian emosional membuat banyak orang merasa tidak perlu bergantung pada pasangan untuk memperoleh kebahagiaan.
Tren solomaxxing menunjukkan adanya perubahan cara pandang sebagian anak muda terhadap kehidupan lajang.
Solomaxxing bukan berarti menolak hubungan romantis sepenuhnya. Gaya hidup ini lebih menekankan pentingnya merasa utuh dan bahagia sebagai individu, sehingga hubungan yang dijalani nantinya didasarkan pada pilihan.