Dengan kondisi ekonomi yang penuh tantangan, banyak orang memilih banting setir demi mempertahankan kehidupan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Survei Jobstreet pada Mei 2024 menyebutkan bahwa 62 persen pekerja Indonesia merasa mencari pekerjaan yang tepat sama sulitnya dengan mencari pasangan hidup.
Kondisi itu membuat sebagian orang rela mengesampingkan pengalaman dan bidang yang selama ini ditekuni. Alih-alih mengejar pekerjaan sesuai passion, banyak pekerja kini lebih memilih prioritaskan ada pekerjaan yang bisa beri penghasilan demi keberlangsungan hidup.
Salah satu gambaran kondisi tersebut terlihat dari kisah Ardy Khairan Pohan, mantan kameramen yang pernah bekerja di sejumlah perusahaan televisi nasional seperti Kompas TV, RTV, hingga Trans TV.
Kisah Ardy ini viral setelah unggahannya di LinkedIn dibagikan kembali oleh akun Instagram @infonetizone. Hingga Selasa, 11 Agustus 2026 unggahan tersebut sudah dapat sekitar 66,9 ribu likes, 2,3 ribu komentar, dan 3,2 ribu repost.
Yang menarik perhatian netizen adalah sulitnya Ardy dalam mencari kerja yang bahkan sudah setahun lalu.
Dalam unggahan LinkedIn yang dibuat sekitar setahun lalu, Ardy masih berusaha mendapatkan pekerjaan di bidang multimedia, televisi, atau media kreatif. Ikhtiar itu disesuaikan dengan pengalamannya selama ini.
Saat itu, ia mencantumkan pengalaman sebagai kameramen sejak 2013, termasuk di Kompas TV, RTV, production house, hingga Trans TV.
Ia juga menyebut menguasai berbagai peralatan produksi seperti kamera profesional, drone, porta jib, steadycam, slider, dan dolly track.
Namun, setelah sekitar satu tahun belum mendapatkan pekerjaan, Ardy kini mulai mengubah jalur karirnya. Dalam unggahan terbarunya, pria berusia 34 tahun itu mengatakan terbuka untuk pekerjaan sebagai office boy (OB), driver, security, atau pekerjaan apa saja.
Pengalaman, skill saya sebagai Cameraman, Videographer, Photographer dari 2014 sepertinya sudah tidak berguna karena usia saya 34 tahun sudah 1 tahun ini menganggur,”
tulis Ardy.
Perubahan ini yang kemudian disebut-sebut netizen sebagai gambaran bagaimana pencari kerja yang sudah memiliki pengalaman panjang pun bisa berada dalam kondisi mesti banting setir demi kembali mendapatkan penghasilan.
Kisah Ardy ini kemudian mengundang banyak komentar. Sejumlah netizen menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa mencari pekerjaan kini bukan lagi tentang mengejar passion. Tapi, melainkan bagaimana bisa kembali bekerja dan bertahan hidup.
Berat bgt emg, bahkan yg punya karir bagus ga sedikit yg skrg banting stir, demi bertahan hidup sehari²,”
tulis akun @iam_nobody_inthisworld.
Ada juga netizen yang berkomentar tentang bagaimana kondisi ekonomi yang membuat pekerjaan tidak selalu lagi berkaitan dengan bidang yang disukai.
Sebagian besar perkerjaan saat ini bukn lagi ttg passion, tpi hanya ingi bertahan hidup,”
tulis @annarrs.
Ada pula netizen yang menggambarkan sulitnya mencari pekerjaan meski sudah memiliki pendidikan tinggi.
Gue ajah S1 Cuma Jadi Hantu kok di dunia ini,”
tulis @herimochtar.official.
Selain persoalan lapangan kerja, sejumlah netizen juga menyoroti persyaratan usia dalam lowongan pekerjaan.
Ardy yang kini berusia 34 tahun menjadi contoh bahwa pekerja yang sudah melewati usia tertentu masih membutuhkan kesempatan untuk bekerja.
Kenapa ribet bgt sm batasan umur sih, dipikir yg udh 30an keatas ga butuh makan apa,”
tulis @wulanucil.
Komentar senada disampaikan @bellakusuma.dewi yang mempertanyakan proses rekrutmen yang dianggap lebih memperhatikan usia dibandingkan pengalaman.
Cuma di sini kualifikasi kerja diliat dari umur bukan dari pengalaman,”
tulis akun itu.
























