Pernah kebayang nggak punya pendapatan Rp700 ribu hanya dengan ngupas satu kilogram bawang? Nominal tersebut tentu bikin siapa pun penasaran, bahkan sampai membuat netizen kepikiran untuk alih profesi.
Nah, inilah hal yang lagi jadi perbincangan hangat di jagat maya dalam tiga hari terakhir. Netizen ramai dibuat salfok dengan pidato Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Dalam pidatonya yang berlangsung hampir dua jam itu, Prabowo sebenarnya membahas banyak hal, mulai dari ekonomi, pendidikan, energi, hingga berbagai program pemerintah.
Ia juga memperkenalkan sejumlah warga yang disebut menjadi penerima manfaat program pemerintah. Salah satunya adalah Susanah, perempuan asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Namun, video potongan Prabowo mengenai upah Rp700 ribu per kilogram justru jadi bagian yang paling mencuri perhatian netizen.
Hari ini, hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian, mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram,” .
kata Prabowo
Tak sedikit yang menduga angka itu merupakan salah ucap. Pasalnya, informasi mengenai pekerjaan Susanah yang sempat dimuat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menunjukkan nominal yang sangat berbeda.
Sebelum artikel tersebut menghilang dari situs Komdigi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 19.45 WIB, artikel berjudul “Kisah Susanah yang Disebut Presiden, PKH hingga MBG Bantu Ekonomi Keluarganya” sempat memuat cerita mengenai kehidupan Susanah.
Dalam artikel itu, Susanah justru disebut bekerja menjahit kain majun atau kain perca yang digunakan sebagai lap pembersih. Dari pekerjaan tersebut, Susanah memperoleh upah Rp700 per kilogram, bukan Rp700 ribu per kilogram.
Susanah merupakan perempuan berusia 38 tahun yang tinggal di Kabupaten Bogor. Ia bersama suaminya, Didim, membesarkan tiga anak.
Susanah hanya sempat bersekolah hingga mengenakan seragam merah-putih. Pengalaman tersebut membuatnya bertekad agar ketiga anaknya tetap mendapatkan pendidikan.
Untuk membantu ekonomi keluarga, ia bekerja sejak pagi. Sekitar pukul 07.00 WIB, Susanah menjahit kain majun. Dalam sehari, ia bisa mengerjakan sekitar 20 kilogram kain.
Dengan upah Rp700 per kilogram, penghasilan Susanah dari pekerjaan tersebut sekitar Rp14 ribu per hari.
Pada hari libur, Susanah bersama ibu-ibu lainnya bahkan bisa mengerjakan sekitar 50 kilogram kain. Informasi itu menunjukkan perbedaan nominal yang sangat jauh dengan angka Rp700 ribu per kilogram yang disebut Prabowo dalam pidatonya.
Pekerjaan Susanah juga tidak berhenti di situ. Setiap harinya sekitar pukul 13.00 WIB, ia bekerja sebagai pencuci ompreng di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penghasilan dari pekerjaan tersebut digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Suaminya sendiri bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu.
Meski hidup dengan keterbatasan ekonomi, Susanah mengatakan pendidikan anak tetap menjadi prioritas.
Ia bahkan mengaku rela berhutang agar anak-anaknya tetap sekolah.
Sekolah pokoknya penting buat anak. Dari mana jalannya, meskipun utang-utang, tetap sekolah,”
ujar Susanah.
Susanah juga masih memiliki cita-cita untuk mempunyai usaha sendiri agar tidak selamanya bekerja untuk orang lain.
Perbedaan angka tersebut membuat komentar netizen semakin beragam. Ada yang menganggap ucapan Prabowo sebagai salah sebut. Sementara, lainnya justru menjadikannya bahan candaan.
Bahkan, ada netizen yang langsung lempar guyonan soal info lowongan kerja atau loker pengupas bawang.
Salah satunya akun Instagram @andri_henry yang langsung tergiur dengan nominal Rp700 ribu dari pekerjaan sebagai pengupas bawang dan berniat alih profesi.
Infokan loker kupas bawang 1kg 700rb, mau join,”
tulisnya.
Ada pula akun @adee.sy.k yang menyoroti besarnya nominal tersebut dibandingkan harga bawang.
Hahaha. Bawang sekilo aja 30 ribu an. Ngupas 700 rb/kg. Setan-setan,”
tulisnya.
Sementara, akun @alfatyanto_ menyoroti ucapan Prabowo yang telanjur menyebar di masyarakat.
Yang terdengar dan tersebar sekarang ke masyarakat 700 rb perkilo pa huhu,”.
tulisnya.
Komentar lain datang dari akun @cuteendra yang menduga Prabowo salah ucap.
Kurang minum mungkin kelelahan jadi kurang fokus… Apa gak disediain AQUA?!”
komentarnya.
Ada juga akun @agunpriyatna yang justru mempertanyakan pihak yang menyiapkan teks pidato Prabowo.
Yang bikin teks pidatonya siapa sih, pengen gw geplak,”
tulisnya.
Jadi, sebelum benar-benar banting setir menjadi pengupas bawang karena tergiur bayaran Rp700 ribu per kilogram, ada baiknya melihat kembali fakta mengenai pekerjaan dan penghasilan Susanah.
Sebab, angka Rp700 ribu per kilogram yang viral itu berbeda jauh dengan informasi Rp700 per kilogram yang sempat dimuat dalam artikel Komdigi.

























