Ketika mendengar kata cinta, banyak orang mungkin langsung mengaitkannya dengan pasangan, gebetan, atau hubungan romantis. Namun, cinta sebenarnya memiliki bentuk yang jauh lebih luas.
Makna tersebut menjadi salah satu hal yang coba dihadirkan dalam film Ibadah & Cinta melalui karakter Riko yang diperankan Ahmad Megantara.
Menurut Megan, cinta tak selalu berkaitan dengan hubungan romantis atau tentang siapa yang akhirnya menjadi pasangan. Cinta dapat hadir dalam berbagai bentuk dan hubungan dalam kehidupan.
Cinta itu bukan hanya pasangan. Bisa cinta kepada orang tua, anak, hewan peliharaan, bahkan sesuatu yang kita miliki,”
kata Megan saat konferensi pers dan gala premiere Ibadah & Cinta di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Sabtu, 12 September 2026.
Megan menilai, seseorang justru bisa semakin memahami arti cinta ketika harus kehilangan sesuatu yang disayang. Dalam kondisi tersebut, proses melepaskan menjadi salah satu bagian paling sulit dalam perjalanan hidup.
Menurutnya, manusia tidak pernah benar-benar tahu kapan harus berpisah dengan seseorang atau sesuatu yang dicintai. Karena itu, kemampuan untuk mengikhlaskan menjadi bagian penting dari perjalanan memahami cinta.
Mengikhlaskan itu lebih sulit daripada mencintai atau mempertahankan,”
ujarnya.
Makna Cinta
Persoalan mengenai cinta dan kehilangan juga menjadi bagian dari perjalanan Riko dalam Ibadah & Cinta.
Riko digambarkan sebagai pemuda yang awalnya jauh dari kehidupan religius. Pertemuannya dengan Santun perlahan membawa perubahan dalam hidupnya, termasuk dalam perjalanan spiritual dan cara pandangnya terhadap kehidupan.
Karena itu, kisah Riko tidak hanya berbicara mengenai jatuh cinta kepada seseorang. Perjalanannya juga berkaitan dengan pencarian makna hidup, kehilangan, hingga belajar menerima sesuatu yang tidak selalu bisa dimiliki.

Melalui hubungan Riko dan Santun, film tersebut mencoba melihat cinta dari sudut pandang yang lebih luas. Hubungan keduanya tidak hanya berhadapan dengan persoalan perasaan, tetapi juga keluarga, keyakinan, serta pilihan hidup.
Pada akhirnya, mencintai seseorang tidak selalu berarti harus memilikinya.
Dianggap Pemberontakan
Selain persoalan cinta, Ibadah & Cinta juga mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan keluarga, yakni perbedaan pandangan antara orang tua dan anak.
Indah Permatasari yang memerankan Santun mengatakan memiliki pilihan sendiri tidak selalu berarti seorang anak sedang memberontak kepada orang tua.
Menurut Indah, setiap orang memiliki hak untuk menentukan pilihan hidupnya. Namun, keputusan tersebut juga harus disertai keberanian untuk menerima konsekuensi yang muncul.
Ini bukan tentang memberontak, tapi punya opini dan percaya dengan pilihan kita. Karena setiap orang akan menjalani konsekuensi dan kebahagiaan dari pilihannya,”
ujar Indah, di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, 12 September 2026.
Indah mengaku memiliki kemiripan dengan karakter Santun, terutama dalam hal mempertahankan sesuatu yang diyakini dan berani berdiri di balik pilihan yang telah dibuat.
Santun sendiri digambarkan sebagai perempuan yang tumbuh di lingkungan pesantren. Meski demikian, ia tetap memiliki pandangan serta pilihan sendiri dalam menjalani kehidupannya.
Menurut Indah, perbedaan pandangan antara orang tua dan anak tidak dapat dilepaskan dari perbedaan generasi. Orang tua dan anak bisa memiliki nilai yang sama, tetapi menerapkannya dengan cara berbeda karena tumbuh dalam kondisi zaman yang berbeda.
Bagi Indah, keberanian mempertahankan pilihan bukan berarti seorang anak harus mengabaikan orang tua.
Sebaliknya, setiap keputusan perlu dijalani dengan penuh tanggung jawab. Proses menjadi dewasa juga tidak selalu berarti mengikuti seluruh keinginan orang lain.






