Film Ibadah & Cinta memang menjadikan kisah Riko dan Santun sebagai pusat cerita. Namun, sutradara Jastis Arimba memastikan film tersebut tidak hanya berkutat pada hubungan romantis antara dua karakter dengan latar belakang berbeda.

Sejak pertama kali membaca naskah, Arimba mengaku langsung tertarik dengan cerita yang ditawarkan. Bersama penulis, ia kemudian melakukan sejumlah penyesuaian untuk memperkuat alur dan karakter dalam film.

Menurut Arimba, Ibadah & Cinta memadukan kisah romansa dengan berbagai persoalan kehidupan yang lebih luas, mulai dari perbedaan latar belakang, cara pandang, keluarga, hingga perbedaan generasi.

Ini romance, ada human love. Ada perbedaan ideologi, perbedaan generasi,”

ujar Arimba.

Perbedaan itu salah satunya tergambar melalui sosok Riko dan Santun. Riko tumbuh di Australia dengan kehidupan yang modern dan sedikit liberal. Sementara Santun dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang lekat dengan nilai-nilai keagamaan.

Meski berasal dari lingkungan yang berbeda, Santun tidak digambarkan sebagai sosok yang tertutup terhadap pandangan lain. Justru, karakter tersebut memiliki pemikiran yang terbuka dalam menghadapi perbedaan.

Riko itu tumbuh di Australia, modern, sedikit liberal. Santun ini perempuan yang dibesarkan di pesantren, tetapi dia open-minded,”

katanya.

Menurut Arimba, perbedaan karakter dan latar belakang tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Riko dan Santun dalam memahami hubungan mereka. Konflik yang muncul tidak semata-mata berasal dari persoalan perasaan, tetapi juga dari cara masing-masing karakter memandang kehidupan.

Karena itu, Arimba menegaskan bahwa pesan yang dibawa Ibadah & Cinta jauh lebih luas dibandingkan kisah cinta antara dua orang.

Ini bukan hanya tentang romance dua orang, tetapi lebih luas lagi tentang cinta. Ada cinta kepada keluarga, cinta kepada teman, dan banyak bentuk cinta lainnya,”

tuturnya.

Cinta, Keinginan, dan Keikhlasan

Melalui perjalanan Riko dan Santun, Arimba ingin mengajak penonton melihat cinta dari sudut pandang yang lebih luas. Cinta tidak selalu berbicara tentang bagaimana mendapatkan seseorang, tetapi juga tentang menghadapi keinginan, mempertahankan hubungan, hingga belajar melepaskan.

Persoalan tersebut menjadi bagian dari perjalanan para karakter ketika dihadapkan pada perbedaan pilihan dan keadaan. Dengan demikian, hubungan Riko dan Santun tidak hanya menjadi kisah romantis, tetapi juga ruang untuk melihat bagaimana seseorang memahami dirinya dan orang lain.

Arimba berharap Ibadah & Cinta dapat menjadi alternatif tontonan keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan ruang bagi penonton untuk merenungkan kembali makna cinta dalam kehidupan.

Harapannya film ini bisa menjadi alternatif tontonan keluarga, menghibur, tetapi juga membuat kita lebih dalam lagi memikirkan tentang cinta, keinginan, dan keikhlasan,”.

ujarnya

Buat kamu yang penasaran dengan kisah Riko dan Santun sekaligus ingin melihat bagaimana cinta dikemas dari berbagai sisi, jangan lewatkan Ibadah & Cinta di bioskop yang tayang mulai 24 September 2026.