Pernahkah kamu merasa masih lelah meskipun sudah tidur selama delapan jam? Durasi tidur memang penting, tetapi kualitas istirahat juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat tidur, termasuk kondisi pencahayaan kamar.

Sebagian orang terbiasa tidur dengan lampu menyala karena merasa lebih nyaman atau tidak suka suasana terlalu gelap.

Padahal, tubuh memiliki sistem biologis yang menggunakan cahaya sebagai salah satu penanda waktu. Karena itu, membiasakan tidur dalam kondisi lebih gelap dapat membantu tubuh mengenali bahwa malam adalah waktunya beristirahat.

Apakah kebiasaan mematikan lampu saat tidur lebih baik untuk tubuh? Melansir dari laman Halodoc (23 Juni 2026), simak penjelasan berikut.

Hubungan Cahaya dengan Tidur

Tubuh manusia memiliki jam biologis yang disebut ritme sirkadian. Sistem ini membantu mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk siklus tidur dan bangun. Cahaya menjadi salah satu sinyal penting bagi ritme tersebut.

Ketika tubuh terpapar cahaya pada malam hari, terutama dalam jumlah cukup terang, otak dapat menerima sinyal bahwa tubuh masih berada dalam kondisi aktif.

Sebaliknya, suasana yang lebih gelap membantu tubuh bersiap memasuki waktu tidur. Kondisi ini berkaitan dengan produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu mengatur siklus tidur-bangun.

Membantu Produksi Melatonin

Salah satu alasan tidur dalam kondisi gelap dianggap lebih baik adalah kaitannya dengan melatonin. Melatonin diproduksi tubuh sebagai respons terhadap kondisi gelap dan berperan memberikan sinyal bahwa sudah waktunya tidur.

Paparan cahaya pada malam hari dapat menghambat atau menunda peningkatan melatonin, terutama jika cahaya yang diterima cukup terang.

Ketika kamar dibuat lebih gelap, tubuh mendapatkan kondisi lingkungan yang lebih sesuai dengan proses alami menjelang tidur. Hal ini dapat membantu seseorang lebih mudah mengantuk dan mempertahankan pola tidur yang lebih teratur.

Meningkatkan Kualitas Tidur

Kamar yang terlalu terang dapat membuat tubuh lebih sulit mengenali bahwa malam sudah tiba. Akibatnya, waktu untuk mulai tidur dapat terganggu, terutama pada orang yang sensitif terhadap cahaya.

Tidur dalam ruangan yang gelap dapat membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk beristirahat. Bukan berarti lampu mati otomatis membuat seseorang mendapatkan tidur berkualitas, tetapi mengurangi paparan cahaya pada malam hari dapat mendukung kualitas tidur.

Membantu Tidur Teratur

Membiasakan kamar lebih gelap saat tidur dapat membantu memberikan perbedaan yang jelas antara waktu aktif dan waktu istirahat. Pada pagi dan siang hari, tubuh sebaiknya mendapatkan paparan cahaya yang cukup, sedangkan pada malam hari pencahayaan dapat dibuat lebih redup.

Kebiasaan sederhana ini membantu tubuh mendapatkan sinyal waktu yang lebih konsisten setiap hari.

Jika Tidak Suka Gelap

Tidak semua orang nyaman tidur dalam kondisi gelap total. Jika kamu merasa lebih aman atau nyaman menggunakan lampu tidur, tidak perlu memaksakan diri langsung tidur tanpa cahaya sama sekali.

Cobalah menggunakan lampu dengan intensitas rendah dan letakkan sumber cahaya jauh dari tempat tidur. Warna cahaya yang lebih hangat juga dapat menjadi pilihan dibandingkan cahaya putih yang terang.

Selain itu, kamu bisa menggunakan tirai untuk mengurangi cahaya dari luar kamar. Jika cahaya dari lingkungan sekitar masih mengganggu, penutup mata dapat menjadi alternatif sederhana.

Lebih Baik Mana?

Tidur dengan lampu dimatikan memang dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sesuai dengan ritme biologis tubuh. Kondisi gelap mendukung produksi melatonin dan dapat membantu tubuh mempersiapkan diri untuk tidur.

Meski demikian, kualitas tidur tidak hanya ditentukan oleh kondisi lampu. Durasi tidur yang cukup, jadwal tidur yang teratur, lingkungan kamar yang nyaman, serta kebiasaan sebelum tidur juga berperan penting.

Jadi, jika selama ini kamu terbiasa tidur dengan lampu menyala, tidak ada salahnya mulai mencoba mematikannya. Sederhana, tidak membutuhkan biaya, dan bisa menjadi salah satu langkah kecil untuk menciptakan kebiasaan tidur yang lebih sehat.