Indonesia memiliki aturan berkendara yang berbeda dari banyak negara Eropa dan Amerika. Jika sebagian besar negara tersebut menerapkan sistem lalu lintas di sisi kanan jalan, Indonesia justru menggunakan jalur kiri dengan posisi setir kendaraan berada di sebelah kanan.

Pilihan itu bukan sekadar kebijakan transportasi modern. Sistem berkendara di sebelah kiri di Indonesia memiliki kaitan dengan sejarah panjang yang terbentuk sejak masa sebelum kendaraan bermotor ditemukan hingga periode kolonial.

Mengutip dari Worldstandards, Jumat, 18 September 2026, jauh sebelum mobil ditemukan, berkendara di sisi kiri sudah jadi kebiasaan di sejumlah wilayah Eropa.

Pada masa itu, masyarakat banyak bepergian menggunakan kuda. Karena sebagian besar orang menggunakan tangan kanan, para penunggang kuda yang bawa pedang cenderung memilih sisi kiri jalan.

Posisi itu membuat tangan kanan yang memegang pedang berada lebih dekat dengan orang yang datang dari arah berlawanan. Kebiasaan ini kemudian berkembang menjadi sistem lalu lintas di sejumlah wilayah.

Namun, penggunaan jalur kiri perlahan berubah di beberapa negara Eropa. Pada 1794, aturan menggunakan sisi kanan secara resmi mulai diterapkan di Paris. Denmark juga telah mewajibkan lalu lintas di sisi kanan sejak 1793.

Perubahan itu kemudian semakin meluas ketika Napoleon Bonaparte melakukan berbagai penaklukan di Eropa.

Sistem berkendara di sebelah kanan ikut menyebar ke Negara-negara Rendah yang meliputi Belgia, Belanda, dan Luksemburg, serta Swiss, Jerman, Polandia, dan sejumlah wilayah Spanyol dan Italia.

Di sisi lain, negara-negara yang menentang Napoleon seperti Inggris, Hongaria, dan Portugal, tetap mempertahankan sistem berkendara di sebelah kiri.

Lantas, bagaimana sejarah tersebut berkaitan dengan Indonesia? Hubungannya bermula ketika Belanda datang ke Nusantara pada 1596. Belanda saat itu membawa kebiasaan berkendara di sebelah kiri.

Namun, setelah Belanda berada di bawah pengaruh dan kekuasaan Napoleon. Negara tersebut kemudian beralih menggunakan jalur kanan.

Perubahan itu tak serta-merta diterapkan di seluruh wilayah kolonial Belanda.

Indonesia tetap mempertahankan sistem berkendara di sebelah kiri. Selain warisan kebiasaan sebelumnya, pengaruh Inggris juga menjadi bagian dari sejarah tersebut.

Inggris pernah menguasai sejumlah wilayah di Nusantara dan juga menerapkan sistem berkendara di sisi kiri.

Dari sinilah sistem berkendara di sebelah kiri kemudian tetap bertahan di Indonesia hingga sekarang.

Setir Mobil di Kanan?

Sistem lalu lintas tersebut juga berkaitan dengan posisi kemudi kendaraan. Di negara yang menerapkan lalu lintas sebelah kiri, mobil umumnya menggunakan setir di sebelah kanan.

Penempatan ini membuat pengemudi berada lebih dekat dengan bagian tengah jalan sehingga memiliki posisi pandang yang lebih sesuai dengan arah lalu lintas.

Karena itu, posisi setir kanan pada kendaraan di Indonesia bukan berdiri sendiri. Sistem tersebut mengikuti aturan lalu lintas yang telah terbentuk dan bertahan dalam waktu panjang.

Dengan demikian, kebiasaan berkendara di sebelah kiri di Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba.

Aturan itu merupakan hasil dari rangkaian sejarah panjang mulai dari kebiasaan masyarakat Eropa saat menggunakan kuda, perubahan sistem lalu lintas setelah era Napoleon, hingga pengaruh Belanda dan Inggris di Nusantara.

Warisan sejarah itulah yang membuat Indonesia hingga kini tetap menggunakan jalur kiri, sementara sebagian besar negara Eropa dan Amerika memilih berkendara di sisi kanan.