Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa air laut terasa asin, sementara air sungai yang terus mengalir menuju laut tidak memiliki rasa asin yang sama?
Jawabannya berkaitan dengan proses alam yang berlangsung dalam waktu sangat panjang. Air hujan, bebatuan, sungai, aktivitas geologi, hingga penguapan berperan dalam membuat kandungan garam di laut terus terakumulasi.
Air Hujan dan Bebatuan
Prosesnya bermula ketika air hujan jatuh ke permukaan Bumi dan mengalir melewati tanah serta bebatuan. Dalam perjalanan tersebut, air secara perlahan melarutkan sejumlah mineral yang terkandung di dalam batuan.
Mineral yang terlarut kemudian terbawa oleh aliran sungai menuju laut. Proses ini berlangsung terus-menerus selama waktu yang sangat panjang.
Dilansir dari National Ocean Service, Jumat, 2 Oktober 2026, mineral yang terbawa dari daratan melalui sungai merupakan salah satu sumber garam yang terdapat di laut. Selain itu, aktivitas di dasar laut dan berbagai proses geologi juga turut menyumbang mineral terlarut ke lautan.
Air Laut Semakin Asin?
Jika sungai terus membawa mineral menuju laut, mengapa air sungai tidak terasa asin seperti air laut?
Perbedaannya salah satunya terletak pada proses penguapan. Ketika air laut menguap, air berubah menjadi uap dan kembali ke atmosfer, sedangkan garam serta sebagian besar mineral terlarut tetap tertinggal di laut.
Proses tersebut berlangsung berulang kali. Air terus menguap, sementara mineral terus masuk dari daratan maupun sumber geologi di laut. Akibatnya, garam dan mineral terlarut dapat terakumulasi sehingga air laut memiliki tingkat salinitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan air sungai.
Sementara itu, air sungai terus bergerak dan mengalir menuju laut. Mineral yang terbawa aliran sungai tidak mengalami proses pengumpulan dalam jumlah besar di satu tempat seperti yang terjadi di lautan.
Dengan demikian, rasa asin pada air laut bukan berasal dari satu sumber garam yang muncul begitu saja. Salinitas laut merupakan hasil dari berbagai proses alam yang berlangsung sangat lama, mulai dari pelapukan batuan, aliran sungai, aktivitas geologi, hingga siklus penguapan.
Proses yang terjadi terus-menerus selama waktu yang sangat panjang itulah yang membuat air laut memiliki kandungan garam lebih tinggi dan akhirnya terasa asin.






