Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Tak Cuma Bahasa Inggris, Siswa Kelas V SD Bakal Bisa Belajar Coding dan AI

Pemerintah menyiapkan wacana penguatan kompetensi siswa melalui pembelajaran Bahasa Inggris, coding, dan AI sejak sekolah dasar.

Sejumlah siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 01 Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (13/7/2026).
Sejumlah siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 01 Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (13/7/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/tom.)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyiapkan wacana penguatan kompetensi siswa melalui pembelajaran Bahasa Inggris, coding, dan kecerdasan artifisial (AI) sejak sekolah dasar.

Pembelajaran Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas III SD pada tahun ajaran 2027/2028. Sementara, coding dan AI jadi mata pelajaran pilihan yang mulai dilakukan mulai bangku kelas V SD hingga jenjang SLTA.

Ia mengatakan, penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib membutuhkan persiapan tenaga pengajar. Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah adalah melatih guru kelas agar mampu mengajarkan keterampilan dasar Bahasa Inggris.

Iklan

Kebijakan kami adalah melatih guru-guru kelas untuk mampu mengajarkan Bahasa Inggris pada kemampuan-kemampuan basic skills of learning English yang mengedepankan pendekatan yang lebih komunikatif, pendekatan yang menggembirakan,”

kata Abdul Mu’ti dikutip dari YouTube Universitas Pendidikan Ganesa pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Selain untuk coding dan AI, Abdul mengungkapkan, berdasarkan data kementeriannya baru ada sekitar 25 persen sekolah yang mengajarkan kedua materi tersebut.

“Kami memberikan kebijakan bahwa coding dan AI bisa diajarkan mulai kelas 5 SD. Dan, seterusnya sampai tingkat SLTA yang itu semua juga memerlukan pelatihan-pelatihan,” ujarnya.

Untuk mendukung penerapan kebijakan-kebijakan tersebut, Kemendikdasmen membutuhkan pelatihan guru yang nantinya diharapkan mampu mengajarkan materi sesuai kebutuhan dan kemampuan siswa.

Selain penguatan bahasa dan teknologi, Abdul menyebut pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai salah satu prioritas kementeriannya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Karena itu kebijakan kami yang merupakan prioritas Kemendikdasmen adalah pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai solusi yang bersifat akademik terhadap problem yang kita hadapi seperti problem schooling without learning,”

tuturnya.

Kemendikdasmen juga memprioritaskan penguatan pendidikan karakter, bimbingan konseling, serta pembelajaran sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Pemerintah mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, khususnya lembaga pendidikan tenaga kependidikan, untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di sekolah.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Internship

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.