Kebijakan kami adalah melatih guru-guru kelas untuk mampu mengajarkan Bahasa Inggris pada kemampuan-kemampuan basic skills of learning English yang mengedepankan pendekatan yang lebih komunikatif, pendekatan yang menggembirakan,”
kata Abdul Mu’ti dikutip dari YouTube Universitas Pendidikan Ganesa pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Selain untuk coding dan AI, Abdul mengungkapkan, berdasarkan data kementeriannya baru ada sekitar 25 persen sekolah yang mengajarkan kedua materi tersebut.
“Kami memberikan kebijakan bahwa coding dan AI bisa diajarkan mulai kelas 5 SD. Dan, seterusnya sampai tingkat SLTA yang itu semua juga memerlukan pelatihan-pelatihan,” ujarnya.
Untuk mendukung penerapan kebijakan-kebijakan tersebut, Kemendikdasmen membutuhkan pelatihan guru yang nantinya diharapkan mampu mengajarkan materi sesuai kebutuhan dan kemampuan siswa.
Selain penguatan bahasa dan teknologi, Abdul menyebut pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai salah satu prioritas kementeriannya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Karena itu kebijakan kami yang merupakan prioritas Kemendikdasmen adalah pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai solusi yang bersifat akademik terhadap problem yang kita hadapi seperti problem schooling without learning,”
tuturnya.
Kemendikdasmen juga memprioritaskan penguatan pendidikan karakter, bimbingan konseling, serta pembelajaran sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Pemerintah mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, khususnya lembaga pendidikan tenaga kependidikan, untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di sekolah.