Sementara, star syndrome adalah istilah psikologi populer untuk perubahan perilaku sementara akibat popularitas atau kesuksesan.
Lantas, bagaimana cara mengenali perilaku ini? Yuk, simak penjelasan berikut.
7 Tanda Star Syndrome yang Perlu Kamu Kenali
Ada beberapa perilaku yang bisa menjadi tanda kecenderungan star syndrome.
- Merasa paling hebat: Selalu menganggap diri lebih pintar, lebih menarik, atau lebih unggul dibandingkan orang lain.
- Haus pujian: Merasa senang ketika dipuji. Tetapi, mudah kecewa saat pencapaiannya tidak mendapat perhatian.
- Anti kritik: Bukannya menerima masukan, justru langsung defensif atau menyalahkan orang lain.
- Ingin diperlakukan spesial: Merasa dirinya pantas mendapatkan perlakuan lebih istimewa daripada orang lain.
- Suka merendahkan orang lain: Menganggap pencapaian orang lain tidak seberapa demi membuat dirinya terlihat lebih hebat.
- Kurang berempati: Terlalu fokus pada kepentingan sendiri sampai lupa mempertimbangkan perasaan orang lain.
- Suka pamer berlebihan: Selalu membicarakan pencapaian diri sendiri, bahkan terkadang melebih-lebihkannya demi mendapat pengakuan.
Meski demikian, jangan buru-buru memberi label star syndrome kepada seseorang hanya karena menunjukkan satu atau dua perilaku tersebut. Penilaian perlu pertimbangkan pola perilaku secara keseluruhan dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
Cara Menghindari Star Syndrome?
Percaya diri dan bangga terhadap pencapaian sendiri tentu bukan hal yang salah. Namun, jangan sampai keinginan untuk terlihat hebat membuat kita merasa lebih tinggi daripada orang lain.
Ada beberapa hal sederhana yang bisa mulai dibiasakan, seperti belajar menerima kritik, menghargai keberhasilan teman. Lalu, tak terus-menerus mencari validasi di media sosial dan berusaha memahami perasaan orang lain.
Kalau kamu menyadari kebiasaan itu mulai mengganggu hubungan dengan teman atau keluarga, tidak ada salahnya mengevaluasi diri dan mencari bantuan psikolog jika diperlukan.
Mengutip Halodoc, perilaku narsistik dapat mempengaruhi hubungan dan berbagai aspek kehidupan seseorang. Namun, star syndrome tak otomatis berarti gangguan kepribadian narsistik sehingga diagnosisnya tetap perlu dilakukan oleh profesional.
Jadi, kamu tidak harus selalu menjadi pusat perhatian untuk membuktikan bahwa dirimu berharga. Sebab, menjadi hebat bukan berarti harus terlihat lebih tinggi dengan membuat orang lain tampak lebih rendah.