Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Adik Prabowo Mau Tanam Sawit di Hutan yang Rusak, Netizen: Harusnya Reboisasi Bukan Disawitisasi!

Rencana pemerintah manfaatkan 12,7 juta hektare lahan hutan terdegradasi untuk dukung produksi biofuel menuai beragam komentar netizen.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan sambutan saat peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar Partai Gerindra di Jakarta, Senin (8/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/foc)
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo memberikan sambutan saat peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar Partai Gerindra di Jakarta, Senin (8/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/foc)

Rencana pemerintah memanfaatkan 12,7 juta hektare lahan hutan terdegradasi untuk mendukung produksi bahan bakar nabati atau biofuel menuai beragam komentar netizen di media sosial.

Pemerintah berencana mengubah lahan dan hutan yang terbakar untuk perkebunan sawit. Sorotan ini muncul setelah akun Instagram @indotoday_ mengunggah potongan video Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo membahas potensi pengembangan biofuel B50 hingga B100.

Menurut kementerian Kehutanan terdapat, saat ini 12,7 juta hektar hutan rusak. Itu sudah tidak ada kayu lagi, sudah ditebang, semak belukar dan sebagainya,”

kata Hashim, dikutip dari unggahan @indotoday_ pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Momen Hashim menyampaikan demikian saat acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta pada Rabu, 7 Oktober 2026. Ia menyebut pemerintah berencana memanfaatkan lahan hutan terdegradasi yang sudah kehilangan potensi kayu produktif dan berubah menjadi semak belukar.

Iklan

Menurut adik Prabowo Subianto itu, pemanfaatan lahan tersebut diarahkan untuk mendukung target swasembada energi melalui pengembangan biofuel. Ia juga menyebut kawasan hutan yang rusak sebagai salah satu sumber kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemerintah menegaskan bahwa rencana tersebut tidak menyasar hutan primer.

B50-B100 itu nanti sumber-sumbernya dari hutan yang rusak, bukan hutan primer,”

ujarnya.

Meski demikian, netizen masih ramai membicarakan apakah hutan yang sudah rusak seharusnya dimanfaatkan untuk perkebunan sawit atau dipulihkan kembali menjadi hutan?

Salah satu netizen, @ai_syaid, menyindir rencana itu dengan membandingkannya dengan upaya pemulihan hutan di negara lain.

“Di negara yang normal mah kalo hutan rusak direboisasi pak, bukan disawitisasi,”

Komentar serupa datang dari @nano_langgory yang mempertanyakan alasan pemerintah membahas pemanfaatan lahan sebelum persoalan kerusakan hutan benar-benar teratasi.

Logika sj, kerusakan ny blm teratasi knp tiba2 suda mikir untuk d tanami ap berarti sudah terencana wkwk,”

komentar akun itu.

Sementara, akun @sushinyoi melontarkan sindiran terhadap rencana tersebut.

Kotor dan hina bangett pak cara mainnya. se terang terangan ini kah?”

tulisnya.

Akun @axelboyyy juga menilai lahan hutan yang rusak seharusnya dikembalikan ke kondisi semula melalui program pemulihan lingkungan.

Hutan Rusak itu Harusnya dikembalikan kembali kesemula pak klu memang sesuai program Mengembalikan hutan…”

tulisnya.

Ada pula netizen yang mempersoalkan pernyataan Hashim saat berbicara atas nama pemerintah. Akun @ma_butbut menulis komentar bernada sindiran.

Atas nama pemerintah mana pak? Selama ini domisili di Indo atau di LN?”

tulisnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Internship

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.