Rencana pemerintah memanfaatkan 12,7 juta hektare lahan hutan terdegradasi untuk mendukung produksi bahan bakar nabati atau biofuel menuai beragam komentar netizen di media sosial.
Pemerintah berencana mengubah lahan dan hutan yang terbakar untuk perkebunan sawit. Sorotan ini muncul setelah akun Instagram @indotoday_ mengunggah potongan video Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo membahas potensi pengembangan biofuel B50 hingga B100.
Menurut kementerian Kehutanan terdapat, saat ini 12,7 juta hektar hutan rusak. Itu sudah tidak ada kayu lagi, sudah ditebang, semak belukar dan sebagainya,”
kata Hashim, dikutip dari unggahan @indotoday_ pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Momen Hashim menyampaikan demikian saat acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta pada Rabu, 7 Oktober 2026. Ia menyebut pemerintah berencana memanfaatkan lahan hutan terdegradasi yang sudah kehilangan potensi kayu produktif dan berubah menjadi semak belukar.






