Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Sering Lupa Mau Ambil Apa Setelah Masuk Kamar? Kenali Doorway Effect dan Cara Mengatasinya

Saat berpindah ruangan atau ke kamar tiba-tiba pikiran terasa kosong meski beberapa detik sebelumnya masih ingat hal yang hendak dilakukan?

Ilustrasi fenomena psikologis ketika seseorang lebih sulit mengingat informasi.
Ilustrasi fenomena psikologis ketika seseorang lebih sulit mengingat informasi. (Foto: Unsplash/Tim Gouw).

Pernah masuk ke sebuah ruangan untuk mengambil sesuatu, tetapi sesampainya di sana justru lupa apa yang ingin diambil? Atau, saat berpindah ruangan, tiba-tiba pikiran terasa kosong meski beberapa detik sebelumnya masih mengingat hal yang hendak dilakukan?

Pengalaman tersebut bisa berkaitan dengan doorway effect yaitu fenomena psikologis ketika seseorang lebih sulit mengingat informasi atau tujuan setelah berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan lain.

Fenomena ini menunjukkan perubahan lingkungan bisa memengaruhi cara otak memproses, menyimpan, dan mengakses ingatan. Akibatnya, seseorang bisa kehilangan jejak sesaat tentang apa yang hendak dilakukan saat melewati pintu atau memasuki ruangan yang berbeda.

Iklan

Doorway Effect

Melansir dari laman Klik Dokter, 14 Oktober 2026, doorway effect atau efek pintu merupakan fenomena dalam psikologi kognitif yang berkaitan dengan perubahan ingatan saat seseorang melewati batas lingkungan. Hal itu misalnya dari ruang tamu ke dapur atau dari kamar tidur ke ruang kerja.

Dalam jurnal Psychonomic Bulletin & Review tahun 2010, menemukan ingatan terhadap benda bisa menurun ketika seseorang berpindah lokasi. Penelitian itu mendukung gagasan bahwa otak mengelompokkan pengalaman berdasarkan peristiwa dan konteks tertentu.

Sederhananya, otak tak hanya mengingat informasi. Namun, juga mengatur pengalaman berdasarkan situasi yang sedang dihadapi. Ketika situasi berubah, informasi dari aktivitas sebelumnya bisa menjadi lebih sulit diakses.

Mengapa Bisa Lupa

Salah satu penjelasannya berkaitan dengan cara otak mengatur dan memperbarui informasi berdasarkan perubahan lingkungan. Ketika seseorang berpindah ruangan, otak bisa perlakukan situasi baru sebagai bagian dari peristiwa yang berbeda.

Akibatnya, informasi yang berkaitan dengan aktivitas sebelumnya mungkin lebih sulit dipanggil kembali. Misalnya, kamu berjalan ke dapur untuk mengambil botol minum, tetapi sesampainya di sana malah berdiri kebingungan karena lupa tujuan awal.

Efek ini juga bisa terasa lebih kuat saat perhatian terbagi. Ketika seseorang memikirkan pekerjaan, membalas pesan, atau mengingat beberapa hal sekaligus, informasi yang ingin diingat mungkin tidak tersimpan dengan cukup kuat.

Walaupun lupa setelah berpindah ruangan bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa cara sederhana untuk membantu mengingat tujuan awal.

· Ucapkan tujuan dalam hati. Sebelum meninggalkan ruangan, ulangi tujuan secara singkat, misalnya, “Aku mau mengambil kunci.”

· Kurangi gangguan. Hindari membuka ponsel atau melakukan aktivitas lain ketika sedang berusaha mengingat sesuatu.

· Gunakan pengingat. Catatan kecil atau daftar tugas dapat membantu jika kamu perlu mengingat beberapa hal sekaligus.

· Kembali ke tempat semula. Jika lupa tujuan awal, cobalah kembali ke lokasi sebelumnya dan mengingat aktivitas yang sedang dilakukan.

· Istirahat yang cukup. Kelelahan dan kurang tidur dapat mengganggu perhatian serta kemampuan mengingat.

Strategi tersebut tidak secara khusus menghilangkan doorway effect, tetapi dapat membantu mengurangi risiko lupa akibat perhatian yang terpecah atau informasi yang tidak tersimpan dengan baik.

Jangan Diabaikan

Lupa sesaat ketika berpindah ruangan umumnya bukan alasan untuk langsung menganggap seseorang mengalami gangguan ingatan. Namun, penting untuk memperhatikan frekuensi dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.

Jika kejadian blank semakin sering, mengganggu pekerjaan, membuat seseorang tersesat di tempat yang familiar, atau disertai kebingungan yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Terlebih jika kebingungan muncul secara mendadak dan berat, terutama disertai kesulitan berbicara, kelemahan pada satu sisi tubuh, atau gejala saraf lain, segera cari pertolongan medis.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.