Doorway Effect
Melansir dari laman Klik Dokter, 14 Oktober 2026, doorway effect atau efek pintu merupakan fenomena dalam psikologi kognitif yang berkaitan dengan perubahan ingatan saat seseorang melewati batas lingkungan. Hal itu misalnya dari ruang tamu ke dapur atau dari kamar tidur ke ruang kerja.
Dalam jurnal Psychonomic Bulletin & Review tahun 2010, menemukan ingatan terhadap benda bisa menurun ketika seseorang berpindah lokasi. Penelitian itu mendukung gagasan bahwa otak mengelompokkan pengalaman berdasarkan peristiwa dan konteks tertentu.
Sederhananya, otak tak hanya mengingat informasi. Namun, juga mengatur pengalaman berdasarkan situasi yang sedang dihadapi. Ketika situasi berubah, informasi dari aktivitas sebelumnya bisa menjadi lebih sulit diakses.
Mengapa Bisa Lupa
Salah satu penjelasannya berkaitan dengan cara otak mengatur dan memperbarui informasi berdasarkan perubahan lingkungan. Ketika seseorang berpindah ruangan, otak bisa perlakukan situasi baru sebagai bagian dari peristiwa yang berbeda.
Akibatnya, informasi yang berkaitan dengan aktivitas sebelumnya mungkin lebih sulit dipanggil kembali. Misalnya, kamu berjalan ke dapur untuk mengambil botol minum, tetapi sesampainya di sana malah berdiri kebingungan karena lupa tujuan awal.
Efek ini juga bisa terasa lebih kuat saat perhatian terbagi. Ketika seseorang memikirkan pekerjaan, membalas pesan, atau mengingat beberapa hal sekaligus, informasi yang ingin diingat mungkin tidak tersimpan dengan cukup kuat.
Walaupun lupa setelah berpindah ruangan bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa cara sederhana untuk membantu mengingat tujuan awal.
· Ucapkan tujuan dalam hati. Sebelum meninggalkan ruangan, ulangi tujuan secara singkat, misalnya, “Aku mau mengambil kunci.”
· Kurangi gangguan. Hindari membuka ponsel atau melakukan aktivitas lain ketika sedang berusaha mengingat sesuatu.
· Gunakan pengingat. Catatan kecil atau daftar tugas dapat membantu jika kamu perlu mengingat beberapa hal sekaligus.
· Kembali ke tempat semula. Jika lupa tujuan awal, cobalah kembali ke lokasi sebelumnya dan mengingat aktivitas yang sedang dilakukan.
· Istirahat yang cukup. Kelelahan dan kurang tidur dapat mengganggu perhatian serta kemampuan mengingat.
Strategi tersebut tidak secara khusus menghilangkan doorway effect, tetapi dapat membantu mengurangi risiko lupa akibat perhatian yang terpecah atau informasi yang tidak tersimpan dengan baik.
Jangan Diabaikan
Lupa sesaat ketika berpindah ruangan umumnya bukan alasan untuk langsung menganggap seseorang mengalami gangguan ingatan. Namun, penting untuk memperhatikan frekuensi dan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.
Jika kejadian blank semakin sering, mengganggu pekerjaan, membuat seseorang tersesat di tempat yang familiar, atau disertai kebingungan yang tidak biasa, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Terlebih jika kebingungan muncul secara mendadak dan berat, terutama disertai kesulitan berbicara, kelemahan pada satu sisi tubuh, atau gejala saraf lain, segera cari pertolongan medis.