Sementara, kabar dugaan korupsi di lingkungan BNPB justru memicu pertanyaan soal pengelolaan anggaran penanggulangan bencana.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan 14 orang yang diamankan terdiri atas sejumlah pihak dari internal BNPB dan unsur swasta. Mereka di antaranya Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pegawai atau tenaga ahli, serta pihak swasta yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
Selain mengamankan sejumlah orang, tim KPK turut menyita uang tunai dan logam mulia berupa emas.
Selain mengamankan sejumlah pihak, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp1,4 miliar,”
kata Budi, dikutip dari unggahan @respublicaproject, Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurut Budi, emas yang disita terdiri atas beberapa emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK masih melakukan penghitungan untuk memastikan jumlah serta nilai keseluruhan logam mulia tersebut.
Kabar penyitaan uang dan emas tersebut tentu memicu beragam komentar di media sosial. Salah satunya datang dari akun Instagram @alkhiari_28 yang mengaitkan OTT BNPB dengan persoalan karhutla.
Wahh setress disini ngap”an ngirup udara buruk, malah dana penanganan karhutla malah di korupsi…!!”
tulisnya dengan nada geram.
Sindiran lain juga datang dari akun @jinfu88_ yang menyinggung dugaan korupsi demi memenuhi gaya hidup.
Luar biasaaa dan yap di embat uang apapun, demi gaya hidup,”
Sementara, akun @ilyasfizar_ mengungkapkan kekesalannya dan mempertanyakan alasan seseorang masih melakukan tindakan korupsi.
Sumpah org org kegitu ni apa si yg ada di otak mereka ni,” .
komentarnya
Kritik lain juga diarahkan pada kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan uang negara. Akun @khrsmmg menyindir kewajiban membayar pajak di tengah munculnya kasus dugaan korupsi.
Ini kalau rakyat pada ngambek terus ogah bayar pajak pasti kurus nih para beliau,”
tulisnya.
Tak ketinggalan, akun @neciili ikut melontarkan sindiran terhadap dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa.
Eddaaann jirrr, kayaa gini aja lo masii dijadiin ladangg buat korupsii,”
tulisnya.