Selebgram Tasya Farasya jadi salah satu pengguna yang mengungkapkan penurunan jumlah penonton unggahan Instagram setelah membahas karhutla. Ia mengaku jumlah penonton kontennya yang biasanya menembus lebih dari satu juta kali tayang mendadak turun menjadi sekitar 85 ribu setelah mengunggah isu tersebut.
Stories aku biasanya VS story aku saat speak up,”
tulis Tasya yang dikutip pada Senin, 19 Oktober 2026.
Tasya menunggah itu dengan menyertai dua gambar yang membandingkan jumlah penonton unggahannya.
Keluhan serupa disampaikan penyanyi Andien. Ia menduga jangkauan akun Instagram miliknya ikut terdampak setelah berulang kali membagikan informasi mengenai karhutla.
Kayaknya kena shadow ban di ig karena repost2 karhutla tiada henti. Mau promoin video klim baru tapi viewers-nya drop,”
tulis Andien.
Ustaz Adi Hidayat juga mengaku mengalami pembatasan akun setelah membahas persoalan karhutla. Ia menyebut akunnya terkena pemblokiran sementara sehingga tak bisa digunakan sebelum mengajukan banding.
Qadarallah… akun perjuangan kita terkena banned sementara karena membahas isu karhutla. Kemarin 2x terbanned dalam kurun waktu subuh dan ashar,”
ujar Ustaz Adi.
Keluhan mengenai dugaan pembatasan jangkauan dan penghapusan konten juga disampaikan pengguna media sosial lainnya. Sejumlah netizen mengaku mengalami kejadian serupa setelah membagikan unggahan mengenai karhutla atau informasi negatif tentang kondisi Indonesia.
Akun @alitabiani misalnya pertanyakan unggahan yang disebutnya kerap langsung dihapus setelah membagikan konten terkait karhutla.
Setiap repost konten tentang karhutla atau kabar buruk tentang Indonesia kayak langsung otomatis kena takedown gitu, kenapa yah? Ada yang sama?,”
tanya akun @alitabiani.
Sementara, akun @r.sja12 mengaku mengetahui sejumlah temannya mengalami pemblokiran akun Instagram setelah mengunggah konten mengenai isu tersebut.
Teman-teman saya kena ban di IG (akun dihapus) cuma gara-gara posting itu doang. Enggak posting seks, enggak posting darah, nggak posting sajam/senpi, enggak posting teroris, ada aja kena bannya,”
demikian tulis akun @r.sja12.
Pengguna lain, @agatabtari, mengaku tak mengalami penghapusan konten. Namun, ia menduga jangkauan akunnya dibatasi.
Aku enggak kena takedown tapi kena shadow banned kak,”
tulis akun @agatabtari.
Di tengah keluhan tersebut, akun @arsip.inaktif menyerukan agar dugaan penghapusan konten yang membahas karhutla mendapat perhatian. Akun itu juga meminta para peretas menyerang Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sebagai bentuk protes terhadap dugaan pembatasan konten.
Para hacker tolong serang Komdigi biar enggak sembarangan takedown konten-konten yang bersuara tentang kahutla,”
tulis akun @arsip.inaktif.