Dalam aksi tersebut GMNI Samarinda membawa sejumlah tuntutan, termasuk soal penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta evaluasi kepemimpinan Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Dalam rekaman yang beredar, Rudy menyebut dirinya baru menghadiri kegiatan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Namun, situasi berubah panas setelah seorang ajudan terlihat menyenggol mahasiswi hingga terdorong dan telepon genggamnya terjatuh.
Dalan video yang beredar, ajudan tersebut juga tampak melakukan kontak fisik terhadap mahasiswa lain. Merasa keberatan, sejumlah mahasiswa melayangkan protes, bahkan berusaha mengejar pengawal itu.
Insiden ini sontak memantik kemarahan netizen. Banyak yang mempertanyakan sikap pengawal pejabat publik yang dinilai berlebihan ketika berhadapan dengan mahasiswa yang sedang menyuarakan aspirasi.
Salah satunya datang dari @muthiakshusyi yang berkomentar mengenai gaji ajudan datang dari rakyat dan seharusnya melayani rakyat bukan sebaliknya.
Lu tuh pembantu! Tengil abis sama rakyat! Yg gaji lu siapa jangan lupa diri gak sadar yg gaji dia siapa,”
tulis @muthiakhusyi.
Komentar lain bahkan melontarkan sindiran keras terhadap sikap ajudan yang dinilai kelewat sombong.
Makan duit haram aja kok sombong banget sih,”
komentar akun @jayavalandra.
Sementara itu, @randi.rrp menyindir pola permintaan maaf yang menurutnya kerap muncul setelah sebuah insiden terlanjur viral.
Halah paling ntar kalo udah virallll cuman buat video minta maaf udha clear habis itu,”
sindir akun itu.
Netizen lain juga turut mempertanyakan sikap rombongan gubernur setelah kejadian tersebut menjadi sorotan.
Kala mereka merasa benar kenapa harus pergi dgn cara sembunyi”??”
tulis @rain4677.
Tak hanya itu, @miftachulhudasr mengingatkan bahwa sikap arogan dari seseorang yang memiliki akses kepada pejabat bisa menjadi persoalan lebih besar jika dibiarkan.
Gaya nyaa sudah tinggi sekali. Kalo pangkatnya di atas lagi apa gak jadi rusak indonesia ini,”
sindirnya.