Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Ucapan Menkes soal ISPA Bikin Heboh, Netizen Soroti Nasib 75 Ribu Balita yang Jadi Korban

75 ribu balita terpapar ISPA karena kabut asap. Tapi Menkes Budi bilang ISPA tidak perlu dirawat di rumah sakit, tapi cukup rawat jalan dan beli obat di puskesmas saja. Netizen langsung naik pitam.

Personel Yonif TP 882/Hulubalang melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali menyala di lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat
Personel Yonif TP 882/Hulubalang melakukan pembasahan untuk mencegah api kembali menyala di lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/wsj.)

Lagi ramai dibahas dimedia sosial mengenai tanggapan Menteri Kesehatan (menkes) Budi Gunadi Sadikin yang menyebut ISPA bukan penyakit yang harus di bawa ke rumah sakit. ISPA disebut cukup diberi obat dan dirawat jalan di rumah saja.

Teman-teman juga mesti tahu, ya, bahwa ISPA itu bukan penyakit yang masuk rumah sakit. Itu penyakit infeksi saluran pernapasan. Bisa dikasih obat, kemudian pulang. Jadi, rawat jalan, ya,”

kata Budi, dikutip dari akun Instagram @feed.kaltim, Rabu, 28 Oktober 2026.

Padahal, Kementerian Kesehatan mencatat pada periode Agustus hingga Oktober 2026, lebih dari 75 ribu balita terpapar ISPA. Tak heran pernyataan Budi yang diunggah akun Instagram @feed.kaltim ini langsung memancing beragam komentar pedas netizen.

Dalam keterangannya, Budi juga menyinggung mengenai pemerintah masih melakukan pemantauan kasus ISPA harian. Pemerintah disebut juga masih terus menyalurkan obat-obatan, masker, dan oksigen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Iklan

Tugas kita ya kalau kemudian ada infeksi, batuk-batuknya nggak sembuh dikasih obat. Dan, obatnya itu sebenarnya di puskesmas bisa dan ini rawat jalan. Kita pastikan juga obatnya sudah di kirim,”

ungkapnya.

Namun, penjelasan itu justru memancing reaksi sinis netizen. Sejumlah netizen menilai pernyataan Menkes kurang menunjukkan empati terhadap masyarakat yang harus menghadapi kabut asap, terutama anak-anak yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

Akun @okirengga33, menyindir jabatan Budi sebagai Menteri Kesehatan dengan permainan kata yang cukup menohok.

MENKES, MENTERI KESETANAN, jadi mungkin fokusnya dihantu, kita ga tau ya kan, kalau menteri kesehatan fokusnya di kesehatan,”

sindir @okirengga33.

Tak sedikit pula netizen yang melontarkan saran bernada satir dan meminta agar pejabat merasakan langsung dampak kabut asap yang dialami masyarakat.

Udah gua bilang, harusnya kemaren pas di Kalimantan kunciin aja dirumah kalian sebulan. Biar dia rasa itu asap,”

tulis @sentaresia_.

Komentar lain tak kalah pedas juga datang dari akun @dedi_pribowo92 yang membandingkan pernyataan tersebut dengan setan dan iblis ikut bertepuk tangan.

Setan dan Iblis pun tepuk tangan sama beliau ini…,”

ungkap @dedi_pribowo92.

Sementara itu, akun @monstroousx melontarkan gurauan yang menyasar kondisi sang menteri.

Jabatan nya doang menkes, ternyata dianya yang sakit,”

tulisnya.

Sindiran juga datang dari akun @isatriyanti yang menyinggung empati pejabat terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Udah hilang otak dan empatinya kena asap karhuta,”

sindir akun itu.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.