Suasana semakin menegangkan saat anak balita yang digendong ibunya terdengar menangis sepanjang perjalanan turun. Anak itu bahkan sempat mengungkapkan rasa takutnya.
Takut ma,”
kata balita itu dalam rekaman video yang dikutip pada Rabu, 4 November 2026.
Sang ibu kemudian meminta anaknya tetap berpegangan selama melewati jalur berbatu.
Pegangan Mama, Ata. Ata pegangan Mama,”
ujar sang ibu.
Namun, anak itu beberapa kali terlihat melepaskan pegangan tangannya. Sang ibu pun kembali mengingatkan agar anaknya tidak melakukan hal tersebut.
Pegangan Mama… Ngapain sih kamu lepas-lepas?”
katanya.
Jalur yang mereka lewati terlihat cukup terjal dengan permukaan tanah dan batu cadas. Kemiringannya pun tajam sehingga orang yang melintas harus menjaga keseimbangan.
Selain itu, pada salah satu sisi jalur, tampak seutas tali tambang sederhana yang digunakan sebagai pegangan tambahan.
Balita tersebut juga sempat merambat sendiri di atas bebatuan sambil berpegangan pada batu dan pakaian ibunya sebelum kembali dibantu melewati jalur tanah berbatu.
Rekaman tersebut menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan keputusan sang ibu membawa balita melewati jalur berbatu dengan kemiringan cukup tajam.
Salah satunya datang dari akun @sidqizahirafikri. Ia menilai anak seharusnya bisa dititipkan kepada anggota keluarga lain daripada harus diajak melewati medan yang berisiko.
EMG g bisa apa anak nya d titip k sodara, drpd membahayakan ..,”
geramnya.
Kritik serupa disampaikan akun @lisaarynt_. Ia menyindir orang tua yang dinilai lebih mengutamakan keinginan pribadi tanpa mempertimbangkan risiko yang bisa dialami anak.
Demi ego orang tuanya wkwkw.. Terus kalo anak nya kenapa napa baru bikin klarifikasi minta maaf,”
sindirnya.
Ada pula warganet yang mengaku ikut merasa tegang melihat balita tersebut menuruni jalur curam. Akun @ksanty04 bahkan menggambarkan rasa khawatirnya saat menyaksikan rekaman tersebut.
Dia yg turun bawa anak aku yg gemetar,”
tulisnya.
Sementara itu, akun @desiks menilai aktivitas wisata tersebut seharusnya tidak perlu melibatkan anak kecil jika kondisi jalurnya membahayakan.
Main drumah aja dek jgn ikut mamakmu…mamamu yg butuh hiburan kamu yg bertaruh nyawa,”
sindirnya.
Pandangan lain datang dari akun @agungve_11. Ia menilai mengenalkan anak kepada alam semestinya tetap memperhatikan faktor keselamatan, bukan justru membawanya ke medan yang berisiko.
Ini bukannya memperkenalkan anak dengan alam, tp dengan gerbang bahaya..,”
komentarnya.