Jangan Anggap Sepele! Charger HP Tak Dicabut Ternyata Tetap Sedot Listrik, Seberapa Boros?
Charger HP yang dibiarkan menancap tetap mengonsumsi sedikit listrik, sehingga mencabutnya setelah digunakan dapat membantu menghemat energi dan menjaga keamanan.
Charger HP yang tetap terpasang di stopkontak meski tidak digunakan kerap dianggap sepele. Padahal, kebiasaan ini ternyata tetap bisa menyebabkan konsumsi listrik di rumah.
Banyak orang memilih membiarkan charger menancap di stopkontak setelah baterai ponsel terisi penuh. Alasannya sederhana, agar lebih praktis dan tidak perlu repot mencabut serta memasangnya kembali saat ingin mengisi daya.
Namun,yang tidak terhubung ke HP ternyata tetap dapat menyedot energi listrik. Meski tak digunakan untuk mengisi daya perangkat, charger yang masih terhubung ke stopkontak tetap mengonsumsi sedikit listrik.
Iklan
Meski demikian, besarnya konsumsi listrik tersebut tidak selalu sama. Jumlah energi yang digunakan bergantung pada desain, kualitas, serta teknologi yang diterapkan pada masing-masing charger.
Tetap Mengonsumsi Listrik
Charger yang masih terhubung ke stopkontak tetap menerima aliran listrik. Dilansir dari laman Listrik Kita, Sabtu, 7 Juni 2026, kondisi ini dikenal sebagai standby power atau konsumsi daya siaga, yaitu energi yang digunakan perangkat ketika tidak menjalankan fungsi utamanya.
Pada charger HP, energi tersebut digunakan oleh rangkaian elektronik internal yang tetap terhubung dengan sumber listrik. Maka itu, meskipun tidak ada HP yang sedang diisi daya, konsumsi listriknya tidak selalu benar-benar nol.
Namun, charger modern umumnya sudah dirancang agar konsumsi daya tanpa beban (no-load power consumption) sangat rendah.
Berapa yang Terbuang?
Besarnya konsumsi listrik charger tanpa perangkat yang terhubung relatif kecil. Standar efisiensi energi Uni Eropa melalui regulasi Commission Regulation (EU), menetapkan batas konsumsi daya tanpa beban untuk berbagai jenis catu daya eksternal.
Untuk sejumlah kategori adaptor, batas konsumsi tanpa bebannya berada pada kisaran 0,10–0,21 watt, bergantung pada jenis dan karakteristik perangkat.
Jika sebuah charger mengonsumsi daya 0,1 watt dan dibiarkan terpasang selama 24 jam, energi yang digunakan sekitar 2,4 Wh atau 0,0024 kWh per hari. Dalam setahun, jumlahnya sekitar 0,876 kWh.
Artinya, konsumsi listrik satu charger modern dalam kondisi tersebut tergolong sangat kecil. Namun, jika terdapat banyak adaptor yang terus terpasang, konsumsi akumulasinya tetap dapat bertambah.
Tergantung Tipe Charger
Tidak semua charger memiliki konsumsi daya siaga yang sama. Charger keluaran lama atau produk dengan kualitas komponen yang kurang baik dapat menggunakan energi lebih besar dibandingkan adaptor modern yang sudah dirancang hemat energi.
Smartphone (Foto: unsplash Jae Park)
Data pengukuran yang dihimpun Lawrence Berkeley National Laboratory (LBNL) menunjukkan bahwa 32 unit catu daya ponsel yang diuji memiliki konsumsi listrik tanpa beban rata-rata sekitar 0,26 watt, dengan rentang 0,02–1 watt.
Data tersebut merupakan hasil pengukuran perangkat yang diuji pada periode sebelumnya. Dengan demikian, tak bisa langsung dianggap mewakili seluruh charger modern saat ini.
Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi listrik saat charger dibiarkan menancap dapat berbeda-beda. Kondisi itu tergantung teknologi dan karakteristik perangkat.
Bisa Memicu Kebakaran
Selain konsumsi listrik, kebiasaan membiarkan charger terpasang juga perlu diperhatikan dari sisi keamanan.
Charger berkualitas rendah, kabel yang terkelupas, konektor longgar, atau adaptor yang mengalami kerusakan dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan. Risiko ini berbeda dengan konsumsi daya siaga yang normal pada charger dalam kondisi baik.
Karena itu, charger yang terasa sangat panas, mengeluarkan bau terbakar, atau menunjukkan tanda kerusakan sebaiknya segera dicabut dan tidak digunakan kembali.
Cara Menghemat Listrik
Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi konsumsi listrik sekaligus menjaga keamanan perangkat, antara lain:
Cabut charger setelah digunakan. Kebiasaan ini membantu menghindari konsumsi daya siaga yang tidak diperlukan.
Gunakan charger berkualitas. Pilih adaptor dari produsen tepercaya dengan spesifikasi yang sesuai dengan perangkat.
Hindari penggunaan kabel rusak. Kabel terkelupas atau konektor yang longgar dapat meningkatkan risiko gangguan kelistrikan.
Matikan terminal listrik jika tidak digunakan. Cara ini dapat membantu memutus aliran listrik ke beberapa perangkat sekaligus.
Jauhkan charger dari benda mudah terbakar. Pastikan adaptor memiliki sirkulasi udara yang cukup dan tidak tertutup kain atau benda lain.
Charger HP yang tetap terpasang di stopkontak memang dapat mengonsumsi listrik meskipun tidak digunakan.
Meski begitu, mencabut charger setelah digunakan tetap jadi kebiasaan yang baik. Selain bantu menghindari penggunaan listrik yang tidak diperlukan, langkah sederhana ini juga dapat mengurangi risiko akibat kerusakan adaptor atau instalasi listrik.