Presiden Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan pasukan elit militer Amerika Serikat pada Jumat 13 Februari 2026, yang sebelumnya berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi militer besar di ibu kota Venezuela, Caracas.
Trump akan datang bersama istrinya, Melania Trump, ke pangkalan militer Fort Bragg di Carolina Utara untuk memberi penghormatan kepada prajurit yang terlibat dalam misi tersebut.
Dalam pertemuan itu, Trump dan Melania akan langsung berinteraksi dengan anggota militer elit yang melaksanakan operasi bernama Operation Absolute Resolve.
Mereka juga dijadwalkan bertemu dengan keluarga para tentara yang terlibat dalam aksi penangkapan Maduro.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk memberikan penghormatan langsung kepada pasukan yang sukses membawa Maduro ke proses hukum di Amerika Serikat.
Operation Absolute Resolve
Operasi militer AS yang berlangsung pada 3 Januari 2026 digambarkan sebagai langkah tercepat dan terkoordinasi untuk menangkap Maduro serta istrinya, Cilia Flores, di kediaman mereka di Caracas.
Kedua tokoh itu kemudian dibawa ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan federal, termasuk konspirasi narkotika dan tindak kriminal lain.
Aksi ini merupakan bagian dari Operation Absolute Resolve, yang telah direncanakan selama beberapa bulan dan melibatkan pasukan khusus seperti Delta Force, serta dukungan dari berbagai unit militer AS.
Trump sebelumnya menyebut operasi tersebut sebagai contoh kekuatan militer Amerika dan strategi efektif dalam menegakkan hukum terhadap pemimpin yang dituduh terlibat jaringan narkotika.
Ia telah menggambarkan pasukan yang terlibat sebagai “sekelompok patriot berbakat yang mencintai negara mereka”.
Keberhasilan operasi ini menjadi sorotan global, karena melibatkan koordinasi besar-besaran dan pasukan elite dalam misi yang jarang terjadi terhadap kepala negara lain.
Dampak Politik Internasional
Penangkapan Maduro bukan hanya berita besar dalam konteks militer, tetapi juga berdampak signifikan pada politik Amerika Latin dan hubungan internasional.
Tuduhan terhadap Maduro dan cara operasi ini dilaksanakan telah memicu perdebatan luas tentang legalitas dan implikasi diplomatik di berbagai forum internasional.
Sementara itu, pemerintahan di Venezuela di bawah kepemimpinan sementara Delcy Rodríguez berupaya menegaskan diri sebagai pemimpin sah negara itu di tengah tekanan dari Washington dan dinamika politik internal yang berubah.

