Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan keamanan puluhan WNI yang berada di negara bagian Jalisco, Meksiko, setelah kerusuhan terjadi usai bos kartel narkoba Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho” tewas dalam operasi militer Meksiko.
Plt. Direktur PWNI Kemlu RI Heni Hamidah menyatakan KBRI Mexico City dan Konsul Kehormatan RI di Gualadajara, ibu kota negara bagian Jalisco, terus memantau kondisi keamanan setempat, dan diketahui saat ini terdapat 45 WNI yang menetap di Jalisco.
Saat ini seluruh WNI dalam keadaan aman dan mengikuti arahan Pemerintah setempat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah,”
kata Heni, di Jakarta, Selasa 24 Februari 2026.
Menurut catatan KBRI Mexico City, para WNI yang menetap di Jalisco diketahui bekerja sebagai rohaniwan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan.
Ia pun memastikan KBRI Mexico City sudah menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah terdampak agar selalu meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas luar rumah hingga situasi kondusif, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI.
Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif,”
ujar Heni.
WNI juga dapat segera menghubungi KBRI Mexico City melalui nomor telepon +52 1 556 2985 506 atau Direktorat Pelindungan WNI melalui nomor telepon +62 812-9007-0027.
Diketahui, pasukan Khusus Angkatan Darat Meksiko menewaskan tujuh anggota Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), termasuk pemimpinnya Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho,” dalam operasi militer di Kota Tapalpa, Jalisco, pada Minggu.
Usai operasi tersebut, terjadi serangan balasan yang melibatkan pembakaran mobil, blokade jalan, dan serangan terhadap penegak hukum di belasan kota yang menewaskan 27 orang, dan kesemuanya merupakan aparatur negara.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Senin, 23 Februari 2026, telah meminta masyarakat di negara itu untuk tetap tenang sembari memastikan pasukan keamanan tengah berupaya memulihkan situasi di wilayah terdampak.
Ada koordinasi penuh dengan pemerintah semua negara bagian; kita harus tetap terinformasi dan tenang,”
kata Sheinbaum di media sosial X.
Meski demikian, ia menambahkan aktivitas berjalan normal di sebagian besar wilayah negara itu.


