Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 10 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • iran
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Tiga Prajurit TNI Gugur, 67 Negara Desak PBB Bertindak Tegas
Internasional

Tiga Prajurit TNI Gugur, 67 Negara Desak PBB Bertindak Tegas

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: April 10, 2026 11:14 am
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Upacara pelepasan dan penghormatan tiga jenazah personel penjaga perdamaian Indonesia
Suasana upacara pelepasan dan penghormatan tiga jenazah personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut Lebanon (ANTARA FOTO/KBRI Lebanon/adm/tom)
SHARE

Sebanyak 67 negara penyumbang pasukan untuk misi UNIFIL secara bersama-sama mengecam meningkatnya kekerasan di Lebanon sejak 2 Maret 2026.

Konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran telah menimbulkan korban jiwa, termasuk tiga prajurit TNI serta sejumlah personel lain yang mengalami luka.

Pernyataan bersama tersebut disampaikan oleh Perwakilan Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Umar Hadi, di Markas PBB, New York, Kamis 9 April 2026.

Dalam pembukaannya, Umar Hadi menyatakan kehormatan mewakili negara-negara penyumbang pasukan penjaga perdamaian dalam menyampaikan sikap bersama tersebut.

Umar menambahhkan negara-negara penyumbang pasukan untuk UN Interim Forces in Lebanon (UNIFIL) atau Pasukan Sementara PBB di Lebanon, bersama dengan beberapa Negara Anggota lainnya dan Uni Eropa, menyatakan keprihatinan mendalam atas peningkatan ketegangan di Lebanon sejak 2 Maret 2026 dan dampaknya terhadap keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian.

Kami mengutuk keras serangan terus-menerus terhadap UNIFIL, termasuk serangan serius terbaru yang merenggut nyawa tiga pasukan penjaga perdamaian Indonesia dan melukai beberapa pasukan penjaga perdamaian lainnya dari Prancis, Ghana, Indonesia, Nepal, dan Polandia. Kami juga mengutuk keras perilaku agresif yang tidak dapat diterima terhadap personel dan pimpinan UNIFIL yang baru-baru ini diamati.”

ujar Umar.

Lebih lanjut Umar juga mengingatkan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran serangan dan bahwa serangan terhadap mereka dilarang selama mereka menikmati perlindungan berdasarkan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, dan dapat merupakan kejahatan perang.

Selain itu, keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat dinegosiasikan, dan kami mendesak PBB dan Dewan Keamanan untuk menggunakan semua alat yang tersedia untuk memperkuat perlindungan pasukan penjaga perdamaian PBB dalam lingkungan yang semakin berbahaya.

Kami menegaskan kembali dukungan penuh kami untuk UNIFIL dan mandatnya, sebagaimana tercantum dalam resolusi Dewan Keamanan yang relevan, dan mendesak semua pihak, dalam semua keadaan, untuk mengambil semua tindakan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan tempat pasukan penjaga perdamaian, sesuai dengan hukum internasional,”

ungkap Umar.

Tidak sampai disitu saja, Umar juga menyerukan kepada PBB untuk terus menyelidiki semua serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dengan cara yang cepat, transparan, dan komprehensif, dan terus memberi tahu negara penyumbang pasukan yang bersangkutan tentang kemajuannya, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan 2518 (2020) dan 2589 (2021). Mereka yang bertanggung jawab atas serangan ini harus dimintai pertanggungjawaban.

Dirinya juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di Lebanon, khususnya korban sipil yang signifikan, kerusakan infrastruktur sipil yang luas, dan pengungsian massal lebih dari satu juta orang.

Kami menyerukan kepada semua pihak untuk segera kembali ke kesepakatan penghentian permusuhan tahun 2024 dan menghormati Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 (2006). Kami menyerukan penghentian permusuhan di Lebanon, de-eskalasi ketegangan, dan agar semua pihak kembali ke meja perundingan. Kami menegaskan kembali komitmen kuat kami terhadap kedaulatan, kemerdekaan, integritas teritorial, dan persatuan Lebanon,”

papar Umar.

Kami memberikan penghormatan kepada dedikasi dan pengabdian semua pasukan penjaga perdamaian PBB yang mempertaruhkan nyawa mereka demi perdamaian dan keamanan internasional dan menyampaikan apresiasi mendalam kami kepada semua negara penyumbang pasukan,”

tambahnya.

Saat pernyataan dibacakan, terdapat 64 negara yang tergabung. Dalam waktu sekitar 30 menit, jumlah tersebut bertambah menjadi 67 negara.

Negara-negara yang tergabung dalam pernyataan ini mencakup berbagai kawasan dunia, antara lain Aljazair, Australia, Austria, Brasil, China, Prancis, Jerman, Indonesia, Italia, Jepang, hingga Inggris dan Uni Eropa.

Partisipasi luas ini menunjukkan tingginya perhatian global terhadap keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

Desakan Perlindungan dan Penyelidikan

Melalui pernyataan ini, negara-negara tersebut mendesak PBB untuk memperkuat perlindungan pasukan perdamaian, melakukan investigasi menyeluruh atas setiap serangan, dan menuntut pertanggungjawaban pelaku.

Selain itu, mereka juga menyerukan penghentian konflik dan mendorong semua pihak kembali ke meja perundingan.

Kecaman dari puluhan negara ini menegaskan bahwa situasi di Lebanon telah menjadi perhatian serius dunia internasional.

Dengan meningkatnya korban jiwa dan dampak kemanusiaan, tekanan global terhadap pihak-pihak yang terlibat diharapkan dapat mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Tag:LibanonPBBPrajuritTNIUmar Hadiunifil
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penampakan uang Rp11,4 triliun hasil penagihan denda administratif, penguasaan lahan dikembalikan ke negara di Komplek Kejagung. (Sumber: Owrite/Rahmat Baihaqi)
Hukum

Negara ‘Cuan’ Rp11,4 Triliun Hasil Penagihan Denda Administratif dan Penguasaan Hutan

Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) kembali menyerahkan uang hasil denda administratif dan pemulihan kerugian negara senilai Rp11,4 triliun kepada kas negara pada tahap VI. Penyerahan tersebut disaksikan langsung…

By
Rahmat
Dusep
3 Min Read
Ilustrasi Penyebab Kista Pada Wanita
Kesehatan

Kenali 5 Penyebab Kista Pada Wanita

Kista di rahim atau Kista ovarium adalah kantung berisi cairan atau bahan setengah padat yang terbentuk pada atau di dalam salah satu atau kedua ovarium. Ovarium adalah organ kecil di…

By
Ivan
3 Min Read
Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menginvestasikan Rp3 triliun untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Antang. (Sumber: Antara Foto/Hasrul Said/kye)
Ekonomi Bisnis

Sambil Cari Cuan dari Listrik, Danantara Bikin Perusahaan Baru Buat Urus Sampah

PT Danantara Investment Management (DIM) membentuk BUMN baru, yakni PT Daya Energi Bersih Nusantara (PT Denera) untuk mengelola sampah.  Danera resmi terbentuk pada 01 April 2026, yang berfungsi sebagai perusahaan…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Gangguan Pasokan di Selat Hormuz dapat mendorong harga minyak dunia naik. (Sumber: Unsplash/Etienne Girardet)
Internasional

Selat Hormuz Masih Lumpuh, Minyak Dunia Kembali Terancam

Pengiriman melalui Selat Hormuz ternyata sampai dengan saat ini masih belum pulih…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 jam lalu
Ilustrasi lautan China
Internasional

China Tutup Wilayah Udara Selama 40 Hari, Ada Aksi Militer Misterius?

Pemerintah China secara tiba-tiba mengumumkan penutupan sebagian wilayah udara selama 40 hari.…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 jam lalu
Internasional

Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata, Ketegangan Kembali Memanas

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuding Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
1 hari lalu
Ilustrasi Serangan Israel ke Lebanon
Internasional

PBB Kutuk Serangan Israel ke Lebanon, Ratusan Tewas

Dewan HAM PBB mengecam keras gelombang serangan yang dilakukan Israel ke Lebanon…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up